Jakarta –
Read More : RI Bakal Punya AI Seperti DeepSeek, Luhut: Masa China-AS Saja yang Bisa?
Tahun ini Indonesia telah memasuki usianya yang ke-79. Sepanjang sejarahnya, sistem perekonomian di Indonesia telah mengalami banyak pasang surut. Faktanya, negara ini sudah berkali-kali mengalami krisis ekonomi.
Meski begitu, Indonesia akhirnya bisa keluar dari krisis tersebut. Lantas bagaimana perjalanan perekonomian Indonesia sejak sebelum kemerdekaan? Simak pembahasannya di artikel ini.
Dikutip dari buku Sejarah Perekonomian Indonesia terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sebelum ditetapkan sebagai negara berdaulat, tanah air pada awalnya terdiri dari banyak kerajaan yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, kerajaan dapat meningkatkan perekonomiannya melalui perdagangan luar negeri dan dalam negeri. Padahal, Indonesia memiliki jalur perdagangan strategis yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Alhasil banyak negara yang datang ke Indonesia untuk berdagang, salah satunya Belanda. Kedatangan Belanda yang seharusnya menjadi angin segar bagi masyarakat, namun semua itu berubah ketika muncul kebijakan pembangunan ekonomi yang disebut dengan Cultuurstelsel.
Sistem yang dikenal juga dengan istilah pertanian paksa ini muncul di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Johannes Van den Bosch pada tahun 1830. Sayangnya, kebijakan budaya tersebut hanya memperkaya masyarakat Belanda, sedangkan penduduk pertanian di negeri ini justru sangat menderita.
Sebab, Cultuurstelsel dilakukan dengan cara memaksa petani menyerahkan lahannya lalu menanam berbagai tanaman ekspor yang laku di pasar internasional.
Pada tahun 1836, Van den Bosch juga berniat menjadikan pulau Jawa sebagai pusat ekspor pertanian. Tentu saja, semua keuntungan akan diambil dari Belanda.
Beberapa produk rempah terlaris diekspor, mulai dari kopi, gula, tembakau, teh, lada, tebu hingga kayu manis. Semua bahan dikirim dari daerah di Indonesia.
Bagaimana dengan petani yang tidak memiliki lahan? Jadi mereka harus bekerja tanpa dibayar di perkebunan pemerintah selama 66 hari dalam setahun.
Dulu, hasil pertanian juga diolah sendiri oleh para petani, sehingga tidak hanya sekedar bahan mentah saja. Para petani juga mengelola pabrik-pabrik nyata yang dibangun oleh Belanda, yang kemudian dibayar dengan sistem harga pasar yang berfluktuasi.
Sistem pertanian paksa sudah berlangsung cukup lama di Indonesia. Barulah pada tahun 1870, budidaya tersebut akhirnya dihentikan oleh menteri kolonial Belanda, Engelbertus de Waal. Ia menentang sistem tanam paksa karena ia yakin hal itu merugikan penduduk negaranya.
Ketika Jepang masuk ke Indonesia, mereka menerapkan berbagai macam kebijakan yang berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Di bidang ekonomi, Jepang menerapkan kebijakan ekonomi perang untuk mendukung kemajuan Jepang dalam Perang Pasifik.
Mengacu pada buku Sistem Perekonomian Indonesia karya Darwin Damanik dkk. Jepang mereformasi struktur ekonomi Indonesia dan mengeksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran. Tujuannya untuk menunjang kebutuhan militer Jepang pada masa perang.
Jepang telah menerapkan sejumlah kebijakan seperti: Perluasan sawah untuk meningkatkan produksi beras guna memenuhi kebutuhan masa perang. Penerapan wajib tanam tanaman perang, khususnya kapas dan jarak pagar. Tanaman kapas digunakan untuk membuat pakaian, sedangkan tanaman jarak digunakan sebagai bahan bakar jet dan pelumas senjata. Tujuannya untuk mengendalikan harga produk pertanian khususnya beras yang mengharuskan pemerintah Jepang mengalokasikan 30% produk pertanian, 30% ke lumbung desa, sisanya milik petani.
Semua itu terus berlanjut hingga akhirnya Jepang mengalami kekalahan dan menyerah kepada Sekutu. Hal ini dipicu oleh pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945.
Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, pemerintah mulai menata kembali sistem negara menuju kedaulatan, kesetaraan, dan kesejahteraan. Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian adalah restrukturisasi perekonomian agar cepat pulih.
Demikian penjelasan tentang sejarah sistem perekonomian Indonesia sebelum kemerdekaan. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan detiker! Simak video โEkonom senior ingatkan politisi tentang kondisi perekonomian Indonesia pasca pemilu 2024โ (ilf/fds)