Jakarta –
Read More : Astana Vs Chelsea: The Blues Menang 3-1
Emas logam mulia adalah salah satu pilihan investasi yang paling banyak digunakan. Karena investasi ini stabil dan terus tumbuh seiring dengan inflasi, maka investasi ini merupakan tempat yang aman.
Belum lagi harga emas yang naik setiap tahunnya tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi para investor. Misalnya saja pada pekan lalu, harga emas Antam naik Rp 13.000 per gram, dari Senin pekan lalu (10/6) menjadi Rp 1.329.000/gram hingga Selasa (18/6) menjadi Rp 1.342.000/gram.
Bagaimana cara memprediksi harga emas? Direktur PT Laba Forexindo Berjangka sekaligus pengamat komoditas emas Ibrahim Assuibi menjelaskan, harga emas investasi Antum yang beredar di Indonesia sangat dipengaruhi oleh harga emas global dan nilai rupiah terhadap dolar AS.
Untuk melihat perkiraan harga emas Antham, kita juga harus memperhatikan perubahan harga emas dunia dan nilai tukar rupee ke depan. Pasalnya, nilai Emas Antum kurang lebih ditentukan dengan rumus (Harga Emas Dunia 31,1 × Nilai Tukar Rupee) + Biaya Cetak dan Produksi Rp 100.000.
Perhitungannya, jadi harga emas dibagi 31,1 sama dengan (kurs) dikali rupee. Lalu berapa rupee dan biaya (produksi) serta sertifikatnya Rp 100.000. Jadi itu harga per gramnya ( emas antam),” ujarnya, Selasa (18/6/2024). Detikcom menjelaskan saat dihubungi.
Harga emas global diperkirakan turun dari US$2.300 menjadi US$2.100 per troy ounce pada November 2024, jelas Ibrahim. Jumlah tersebut diperkirakan akan kembali meningkat pada Desember 2024 akibat ketegangan politik akibat pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).
Menurut dia, situasi seperti itu bisa muncul ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda pasca gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Belakangan dukungan terhadap Palestina sebagai anggota penuh PBB menjadi faktor meningkatnya ketegangan geopolitik global.
“Pada bulan Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November kemungkinan akan terjadi fluktuasi harga emas (dunia), yang mungkin akan kembali ke $2.100 per troy ounce (yang saat ini berada di kisaran USD),” kata Ibrahim.
“(Harga emas dunia turun) setelah ketegangan politik di Timur Tengah mereda dengan gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Faktanya, banyak negara di dunia yang sepakat bahwa Palestina akan diakui sebagai anggota penuh PBB,” ujarnya. Dijelaskan lagi.
Meski demikian, Ibrahim mengatakan harga emas tidak akan terkoreksi lebih lanjut karena perang dagang baru-baru ini antara Tiongkok dan Uni Eropa. Pasalnya, UE telah mengenakan bea masuk tambahan terhadap produk mobil listrik asal China.
Sementara itu, faktor penentu harga emas Antam lainnya, yakni dolar AS versus rupee, Ibrahim meyakini rupee akan terus melemah terhadap dolar AS. Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan harga jual Emas Antam.
Namun harga emas global kemungkinan akan turun dan apresiasi rupee pada akhirnya akan menurunkan harga emas. Artinya, harga emas Antum akan tetap stabil dengan pertumbuhan terbatas.
“Harga emas dunia sedang turun, maka pelemahan rupee (harga emas untam) akan tertunda oleh mata uang rupee,” ujarnya.
Dengan demikian, menurut dia, harga emas berjangka Antum akan berada pada kisaran Rp 1.300.000-1.400.000. Tidak ada jaminan 100% bahwa perkiraan tersebut benar karena banyak faktor seperti kondisi geopolitik dan ketegangan perdagangan global.
“Kenaikannya (harga emas Antum) akan dibatasi, mungkin hanya Rp 1.400.000 per gram dan kemudian akan terkoreksi (turun atau stabil dalam kisaran tersebut),” kata Ibrahim.
Tonton Juga Video: Harga Emas Naik, Warga Parepar Ramai Jualan Emas
(rd/rir)