Jakarta –
Read More : Perjanjian dengan Uni Eropa Ditarget Kelar September, Ekspor Sepatu Bebas Pajak!
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, harga minyak bumi akan turun hingga harga eceran maksimum (HET) menjelang Ramadhan. Miniyakita HET dibanderol Rp 15.700 per liter.
Sedangkan harga rata-rata miniyakita saat ini Rp 17.000 per liter. Di beberapa pasar bahkan bisa mencapai Rp18.000-19.000 per liter.
“Iya harus (ke HET), kita upayakan, harganya harus terjangkau, harus sesuai dengan itu. Ya harus kita cari tahu bagaimana caranya,” ujarnya dalam pertemuan tersebut. Di Kementerian Perdagangan, Jumat (2025/03/01).
Budi mengatakan, kenaikan harga saat ini disebabkan adanya keterlambatan distribusi barang akibat libur Natal dan Tahun Baru.
“Masalahnya saat ini kita sedang libur Natal dan banyak perusahaan distribusi yang masih belum berfungsi. Jadi ada yang berfungsi dan ada yang tidak itu, dan sudah terlambat,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktorat Perlindungan dan Ketertiban Konsumen Perdagangan (PKTN) Kementerian Perdagangan menyatakan salah satu penyebab kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Oita di tingkat konsumen terkait langsung dengan pelanggaran yang dilakukan badan usaha I curiga itu benar. . .
Terkait dugaan pelanggaran tersebut, Kementerian Perdagangan RI telah memberikan sanksi administratif kepada sejumlah peserta operasional distribusi Oirita.
Selain itu, Kementerian Perdagangan akan mengawasi distribusi Miniyakita di 19 negara bagian mulai 13 November 2024 hingga 12 Desember 2024, meliputi satu produsen, tiga repackager, dan 100 distributor (distributor utama/D1), total 278 badan usaha. berpartisipasi, termasuk 35 subkontraktor. distributor. (Distributor II/D2), 108 pengecer, 31 pengecer terbaru. Berdasarkan hasil pantauan, konsumen membeli miniyakita dari pengecer dengan harga di atas HET sebesar Rp 15.700.
Berdasarkan hasil pemantauan, Rusmin menambahkan, terdapat rantai distribusi yang panjang di tingkat distributor dan pengecer sehingga harga Miniyakita melebihi HET. Sesuai aturan, saluran distribusi Miniyakita adalah produsen, D1, D2, pengecer, dan konsumen akhir. (ADA/RRD)