Manchester –
Read More : Sponsorship Klub Golkar Beri Dana Triliunan, Apa Implikasinya?
Josep Guardiola punya rekor konsisten menempatkan timnya di tiga besar liga. Manchester City saat ini berada di peringkat ketujuh, namun mampukah mereka kembali ke posisi tiga besar atau bahkan lebih rendah lagi?
Josep Guardiola memulai karirnya sebagai manajer Barcelona pada musim 2008-2009. Guardiola dengan cepat menjadi ahli taktik yang hebat.
Guardiola memimpin Barca meraih tiga gelar La Liga berturut-turut di awal karirnya. Hasil terburuknya adalah finis runner-up pada musim 2011/2012.
Setelah itu, Josep Guardiola melatih Bayern Munich. Die Rotten mencetak hat-trick untuk juara Bundesliga itu.
Guardiola mengambil alih Manchester City pada musim 2016/2017 dan membawa mereka ke posisi ketiga. Sejak saat itu, masyarakat belum mampu menekan harga bahan bakar.
City menjuarai Liga Inggris dalam dua musim berturut-turut: 2017-2018 dan 2018-2019. Mereka pernah menempati posisi kedua di grupnya, namun menjadi juara selama empat musim terakhir.
Manchester City asuhan Josep Guardiola kembali kesulitan di musim 2024/2025. City berada di peringkat ketujuh dengan 27 poin setelah 17 pertandingan.
City tertinggal 12 poin dari pemimpin klasemen Liverpool. Namun The Reds masih punya satu pertandingan tersisa.
City kerap tidak aman mengejar tiga tim: Newcastle, Fulham, dan Brighton. Hanya tiga poin yang memisahkan mereka.
Cedera Rodri, performa buruk De Bruyne, dan ketidakstabilan Haaland membuat terobosan Manchester City dianggap tidak mungkin terjadi hingga pertengahan musim. Mereka kalah enam pertandingan lebih banyak di Liga Inggris dibandingkan musim sebelumnya.
Bisakah Pep Guardiola membawa City masuk tiga besar pada pertengahan musim ini? Atau justru situasinya semakin buruk?
(aff/krs)