Jakarta –
Penjualan mobil di Malaysia membangunkan negara -negara tetangga, seperti Indonesia dan Thailand, menolak. Faktanya, sekarang Malaysia adalah pasar terbesar kedua di Asia Tenggara, fleksibel di Thailand dan kembali ke Indonesia.
Salah satu hal yang menyebabkan industri keuangan Malachi yang menyukai pasar dunia adalah kesejahteraan mobil. Menurut penulis umum Masyarakat Motor Indonesia (Gamex), pemerintah Malaysia masih mengurus industri uang.
“Begitulah dosis Vietnam masih suka membeli mobil dengan baik.” Bahkan, Vietnam tidak seperti Detokoto.
Menurut Kukuh, pajak mobil di Malaysia tidak setinggi Indonesia. Pajak membayar setiap tahun oleh pemilik mobil tanpa jutaan rap.
“Malaysia One Car, contoh Avanza, memiliki pajak atas Rp 1, pajak dapat ada di tengah RP 4.”
“Sulit. Kalau tidak, harga yang paling mahal adalah masalah.
Menurut Kukuh, Pajak Avanz 1.5L dan Malaysia tahunan tiba hingga 300 ribu. Tidak diperpanjang stnk 5 -s Extension. Dan cadangan bekerja di sekitar RP. 500 ribu. Juga di luar angkasa tidak berubah.
Sementara itu, satu kendaraan, Avanza 1.5L Indonesia, pajak tahunan dapat memasuki RP. 4 juta. Ada juga tugas untuk menambahkan STN kelima dan memiliki pembayaran yang lebih tinggi untuk transfer besar.
“Orang membeli harga pabrik mobil (Indonesia) adalah Rp. Periksa pajak pelanggan” (RGR / Dig / DE)