Jakarta –

Read More : Saingi TikTok Shop, YouTube Perluas Kemitraan dengan Shopify

Baru-baru ini, aplikasi Tiongkok Temu dilarang menjalankan bisnisnya di Indonesia dan aplikasinya juga diblokir karena dikhawatirkan menimbulkan ancaman bagi UKM lokal. Hal ini sepertinya sudah menjadi bahan berita di luar negeri.

Outlet media besar Inggris, The Guardian, memuat berita utama: “Aplikasi belanja murah yang luar biasa dari Tiongkok, Temu, menghadapi hambatan di Asia Tenggara.” Mereka mengatakan Temu, yang terkenal dengan diskon besar-besaran dan pemasaran viral, mendapat masalah dengan regulator karena mengancam bisnis lokal.

“Indonesia memerintahkan penghapusan Temu dari toko aplikasinya pada bulan Oktober, sebuah langkah yang dikatakan akan melindungi pedagang kecil di sana. Pekan lalu, Vietnam mengancam akan melarang Temu dan toko fesyen Tiongkok lainnya, Shein, pada akhir bulan ini, dengan mengatakan bahwa mereka gagal melakukannya. Disetujui untuk berbisnis di dalam negeri,” tulis mereka.

Masuknya produk-produk murah buatan Tiongkok dipandang merugikan perusahaan-perusahaan lokal yang tidak dapat mengalahkan kecepatan, kualitas, atau harga yang ditawarkan secara online. “Pertemuan tersebut telah menjadi sumber kekhawatiran bagi semua regulator, yang kini mengkhawatirkan di mana-mana apakah peraturan impor lintas batas harus diubah,” kata Simon Toring, pengamat di Cube.

Sekadar informasi, Temu menjalankan model bisnis e-commerce factory-to-consumer dan ia khawatir bisnis ini akan membuka pintu impor besar-besaran di Indonesia.

Temu memang cukup agresif memperluas kehadirannya di luar negeri, termasuk di Amerika dan Eropa. Di Asia Tenggara, mereka akan mulai tiba di Filipina dan Malaysia pada tahun 2023, disusul Thailand, Brunei, dan Vietnam pada tahun berikutnya.

Kelas menengah yang berkembang di Asia Tenggara menjadikan kawasan ini sebagai pasar yang ideal, dengan penjualan belanja online mendekati $160 miliar pada tahun 2024, menurut analisis Bain & Co.

Peningkatan ini terjadi ketika Temu terus berkembang secara internasional seiring dengan melambatnya perekonomian Tiongkok. “Di Tiongkok, pertumbuhan mengalami stagnasi sejak tahun 2010-an, namun sangat kompetitif, sehingga para pelaku pasar harus mencari jalan lain, seperti pasar luar negeri. katanya.

Perlambatan ekonomi justru menyebabkan pabrik-pabrik di China kelebihan kapasitas, sehingga pemasok Temu menjual dalam jumlah besar dan harga murah, sehingga membuat Temu semakin populer.

The Guardian sendiri menyebut pemerintah Indonesia adalah yang terkuat di Asia Tenggara dalam mengatur aplikasi asing untuk melindungi UKM lokal. Tonton Video: Budi Ari Larang Tegas E-Commerce Temu di Indonesia (fyk/fyk)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *