Jakarta –
Read More : MatchCAP Asia 2025 Jadi Ajang Cari Jodoh untuk Startup
Upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden AS Donald Trump akhir pekan lalu masih menjadi perdebatan. CEO Meta Mark Zuckerberg pun memberikan pendapatnya.
Zuckerberg mengatakan reaksi Trump, ketika dia langsung berdiri setelah penembakan dan mengepalkan tinjunya saat bendera Amerika berkibar di belakangnya, sangat dingin dan menginspirasi.
โMelihat Donald Trump berdiri setelah dipukul di wajahnya dan mengangkat tinjunya ke udara sambil mengibarkan bendera Amerika adalah salah satu hal paling keren yang pernah saya lihat dalam hidup saya,โ kata Zuckerberg dalam wawancara dengan Bloomberg. detikINET, Minggu (21/7/2024).
โSebagai orang Amerika pada tingkat tertentu, sulit untuk tidak menjadi emosional mengenai semangat dan tekad itu, dan saya pikir itulah sebabnya banyak orang mencintainya,โ lanjutnya.
Meski begitu, Zuckerberg enggan mendukung Trump atau saingannya dari Partai Demokrat, Presiden Joe Biden. Aktor berusia 40 tahun itu mengaku tidak punya rencana untuk mengikuti pemilu AS.
Komentar Zuckerberg bertentangan dengan para pemimpin Silicon Valley lainnya. Misalnya, Elon Musk secara langsung mendukung Trump dan, menurut Wall Street Journal, menyumbangkan $45 juta per bulan untuk kampanye Trump.
Hubungan Zuckerberg dan Trump tidak harmonis. Menyusul kerusuhan di US Capitol pada 6 Januari 2021, Facebook dan Instagram memblokir akun Trump tanpa batas waktu.
Meski akun Trump di Facebook dan Instagram kini telah dipulihkan, Trump menyatakan belum memaafkan Metta atau Zuckerberg. Trump pernah menyebut Facebook sebagai musuh masyarakat dan baru-baru ini mengancam akan memenjarakan Zuckerberg.
Trump pun mengubah pendiriannya untuk menghukum Meta dan Zuckerberg. Saat menjabat sebagai presiden, Trump mendorong agar TikTok diblokir di Amerika Serikat. Namun, dia berubah pikiran dan mengatakan bahwa pemblokiran TikTok hanya akan menguntungkan meta. Tonton video “Trump: Saya tertembak di atas telinga kanan saya” (vmp/rns).