Jakarta –
Read More : CEO TikTok Temui Donald Trump Jelang Pemblokiran di AS
Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Sejalan dengan meningkatnya jumlah pembobolan data di masa lalu, setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (KLD) harus memiliki tim respons insiden keamanan komputer (CSIRT). Apa itu
Dalam beberapa kesempatan baru-baru ini, mulai dari pidato kenegaraan hingga pengarahan kepada pejabat Kabinet Merah Putih, Prabowo menekankan pentingnya digitalisasi. Salah satu buktinya adalah transformasi Kominfo menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Jadi digital sudah menjadi tema penting di kementerian ini. Maka dari itu, ada beberapa solusi yang dilaksanakan secara terorganisir. Lalu ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita terkait keamanan siber. Kita jamin itu kementerian, lembaga, dan daerah menyiapkan apa yang kita sebut CISRT agar cukup siaga dan menjadi garda terdepan dalam menghadapi serangan siber.
Sekadar informasi, CISRT merupakan grup yang menyediakan layanan untuk mencegah, mengatasi, dan merespons insiden terkait keamanan siber.
Nesar mengatakan, ternyata tidak semua kementerian dan lembaga memiliki CISRT. Mengingat pentingnya peran CISRT di era digital, Prabowo menyarankan setiap instansi pemerintah untuk memiliki CISRT.
“Nah, itu yang ingin kita perbaiki tata kelolanya ya. Supaya kita lebih tahan terhadap serangan siber nanti, paling tidak infrastrukturnya sudah selesai,” kata Nessar.
Padahal, seperti disampaikan Nesar, wajib memiliki CISRT di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. “Iya, wajib untuk CISRT,” ujarnya.
Soal komitmen kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terhadap CISRT akan dibahas lebih lanjut pada rapat pimpinan pertama pada Selasa (22/10/2024) di Kementerian Komunikasi dan Teknologi. Selain itu, pertemuan tersebut akan membahas strategi rebranding Kominfo menjadi Komidigi.
Makanya kita koordinasi dulu dengan Pak Menteri (Meutya Hafid), Wakil Menteri dan jajaran Kementerian Komunikasi dan Informatika, besok kita akan menyelenggarakannya, kita coba persiapkan, pertajam, lalu langsung turun. pungkas Nesar. Tonton video “Aftech Soroti Indodax yang Diduga Alami Pelanggaran Data” (agt/rns)