Jakarta –

Read More : Sri Mulyani Buka Suara Usai Lapor Kondisi APBN ke Prabowo

Barang-barang impor ilegal masih menjadi permasalahan di Tanah Air, termasuk pakaian asal Tiongkok. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) memantau lebih dekat perdagangan impor yang masuk.

Teten menilai penguatan pengawasan dimaksudkan untuk melindungi produk lokal dari serbuan barang impor, khususnya produk jadi atau barang konsumsi. Terlebih lagi, pelaku usaha dalam negeri memiliki ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi berbagai perubahan kondisi perekonomian. “Jadi ini modal ekonomi yang luar biasa, kita punya UMKM yang banyak dan kita punya kemampuan beradaptasi dengan perubahan ekonomi, perubahan dunia. untuk mendorong regulasi.” Menteri Perdagangan harus memperketat arus barang, terutama barang konsumsi,” kata Teten saat ditemui di Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2024).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan luas permukaan air yang besar. Hal ini berpotensi menjadi celah bagi barang impor, baik legal maupun ilegal, untuk masuk dengan mudah.

Dia mendesak pengawasan yang lebih ketat, bahkan 24 jam sehari. Pasalnya, harga produk impor bisa jauh lebih murah sehingga bisa memberikan tekanan pada pelaku usaha lokal.

“Tapi di sini harus ada yang patroli, karena masuknya itu bisa terjadi secara legal dan ilegal. Makanya kita patroli, kita minta terus berupaya menjaga produk lokal. Kita harus patroli,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti sistem perdagangan bebas yang diterapkan Indonesia saat ini. Jika sistem perdagangan bebas tidak mengatur arus masuk, maka produk lokal akan semakin tidak kompetitif dengan barang impor.

“Karena di sisi lain kita punya perdagangan bebas, apa artinya ini bagi kita? Dari segi permodalan, usaha kita juga harus efisien, harus kompetitif,” imbuhnya. (gambar/gambar)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *