Lahan kering –

Read More : Ancelotti Marah Madrid Dapat Rehat Lebih Pendek dari Atletico & Barca

Wisatawan yang berkunjung atau berkunjung ke Sukabumi bisa mengunjungi lebih dari sekedar wisata alam. Namun wisatawan dapat mencoba pengalaman wisata kebugaran di Mak Errot, sebuah tempat wisata kesehatan tradisional.

Kisah pakar kebugaran pria Mac Irotin sudah ada sejak lama. Meski meninggal, kemampuannya diwariskan kepada keturunannya. Salah satunya Baban Saypuddin, cucu Mac Irotin, Sisolok, Kabupaten Sukabumi.

Kisah ini menggugah rasa penasaran Nanan (bukan nama sebenarnya). Sejarah Mac Errott sudah lama diketahui para kolektor barang antik. Ia juga tahu betul mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pernah membahas wisata kebugaran pria di kampung Mak Errot beberapa tahun lalu.

“Jika pertunjukan ini memang terwujud rasanya tepat karena terkadang tidak semua keluhan laki-laki bisa diatasi secara medis. Pengobatan tradisional juga bisa dipertimbangkan,” kata Nanan saat ditemui DetikJabar di RT 01, Desa Sigenteng, kediaman Baban Sapudin. RW 07, Desa/Kecamatan Sisolok, Kabupaten Sukabumi, baru-baru ini.

Nanan sengaja datang ke Sisolok untuk mencoba pengobatan legendaris tersebut. Dia bersiap merogoh sakunya untuk membeli ongkos darat sehingga dia bisa kembali ke rumah melalui jalan yang dia datangi.

“Saya ingin bugar dan menjaga silaturahmi dengan istri saya dalam jangka waktu yang lama. Selama ini saya sibuk dengan pekerjaan, sehingga ketika istri saya meminta, terkadang kondisi fisik dan mental saya kurang mendukung. , jadi menurut saya tidak ada salahnya jika kita ingin menjalani terapi tradisional agar bugar,” ujarnya.

Nanan tak sungkan berbagi cerita karena ini merupakan permasalahan yang lumrah saat memulai sebuah keluarga. Kalau dilarang, hasilnya kurang bagus.

“Buatlah kekeluargaan, bahagiakan istriku, apa salahnya,” imbuhnya.

Baban Sapudeen secara pribadi melihat pria berusia 40 tahun ini. Saat detikJabar meminta izin mengikuti jathanya, Nanan tak keberatan. “Baiklah, asal namaku tetap dirahasiakan,” candanya.

Baban memberinya beberapa bilah bambu yang dibuat dengan cara ini. Menurut Baban, bilah bambu tersebut mewakili ukuran yang diinginkan, kemudian bilah bambu tersebut diisi nasi yang dicampur beras jeruk nipis dan santan.

Nanan menolak semua tindakan tersebut dan menurutnya hadiah tersebut sudah cukup. “Betul Pak Haji, saya ingin bugar, ini sempurna (memilih bilah bambu),” bisik Baban kepada Sapudeen.

Usai konsultasi selama 10 menit, Baban mengajak pria tersebut ke ruangan yang biasa digunakan untuk pijat, sesuai keinginannya. Hingga saat ini, prosesi tersebut dirahasiakan.

Setelah sekitar 30 menit, Nanan keluar dari kamar. Dia tidak keberatan bercerita tentang prosesi yang dia lalui. “Dulu saya pijat dengan minyak khusus seperti biasa, lalu saya minum jamu, rasanya agak hambar, lalu saya makan nasi dengan jeruk nipis dan terong kecil,” ujarnya.

“Setelah selesai, saya merasa ada yang berbeda, seperti ada yang berubah, agak mati rasa. Sri Haji sudah bilang, baru beberapa hari bisa dirasakan, karena dilarang berhubungan badan untuk pertama kali. Pijat,” dia melanjutkan.

Nanan mengatakan metode yang dia gunakan tidak melibatkan suntikan atau alat vakum, apapun yang diduga terbuat dari bahan kimia. Ia melihat langsung dan menjelaskan semua bumbu yang digunakan untuk membuat rebusan tersebut.

“Tidak ada bahan kimia, tidak ada alat, karena saat dipijat semuanya saya rasakan. Ramuannya saya minum, yang terlihat akar dan daun yang digunakan. Hanya terongnya yang kecil-kecil saja yang disebut terong puhur, rasanya pahit.” bisa merasakan perbedaannya sekarang – kata Nanan.

Sementara itu, Baban Zaypudin mengatakan, penerus MacErotin sebenarnya menggunakan bahan-bahan alami dan tidak menggunakan bahan kimia tanpa alat atau suntikan. Semua bahannya merupakan tradisi asli Mac Erot, dan pemijatannya masih menggunakan metode nenek moyang.

“Tidak ada chemistry karena kami bukan dokter atau ahli medis. Saya melanjutkan apa yang biasa dilakukan nenek saya Mac Errott, yaitu menggunakan nasi serai, campuran akar dan daun, terong pehoor dan semua minyak alami,” jelas Baban.

Terkait tingkat kebugaran yang dibutuhkan sebagian besar pelamar, Baban menjelaskan, hal itu disesuaikan dengan keluhan dan perasaan para pria.

“Sama halnya dengan tubuh laki-laki, tergantung keluhan dan keinginannya. Ada yang hanya membutuhkan satu kali, ada yang mengandalkan berkali-kali. Ada yang memang perlu diperbaiki, ada pula yang sudah dalam kondisi baik atau perlu diperbaiki, jadi setiap orang berbeda-beda,” jelasnya.

____________

Baca artikel selengkapnya di detikJabar

Saksikan video “Debat Maraknya Tempat Wisata Mak Errot” (wkn/wkn).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *