Jakarta –

Read More : Kata Siapa Skip Sarapan Bikin Gelambir Perut Lenyap? Faktanya Malah Sebaliknya

Baru-baru ini, seorang pengusaha asal Bandung menjadi viral karena mengaku sebagai mafia pemasok produk perawatan kulit merek baru yang dijual bebas di pasaran. Pernyataan tersebut banyak diungkapkan para influencer dalam siaran podcast.

Salah satu pemilik pabrik skincare di Bandung diduga sengaja memikat reseller merek besar untuk menjual skincare label biru. Pasalnya seringkali skin care blue label yang ditujukan untuk memutihkan kulit mengandung bahan-bahan berbahaya antara lain merkuri dan hidrokuinon dalam kadar tinggi.

Ada dugaan produsen leluasa memproduksi dan mendistribusikan produk perawatan kulit label biru dengan bantuan ‘orang dalam’ di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Maklon Skincare mengacu pada proses outsourcing produksi produk perawatan kulit kepada pihak ketiga atau produsen. Layanan ini memungkinkan merek perawatan kulit untuk mengembangkan dan memproduksi produk mereka tanpa memiliki fasilitas produksi sendiri, sehingga memanfaatkan keahlian dan sumber daya produsen.

Bagaimana BPOM RI?

Sebagai Kepala BPOM yang baru, Taruna Ikrar meyakinkan pihaknya akan memberantas kemungkinan peredaran kosmetik ilegal dengan bantuan ‘orang dalam’. Namun, departemen kosmetik masih menyelidiki laporan tersebut lebih lanjut.

Hasilnya diperkirakan akan segera keluar.

Tekad kami, tekad saya, kepada BPOM RI, akan selesaikan semuanya, sesuai aturan, kalau ada yang main-main, kalau ada orang dalam, kami akan lakukan, kata Taruna saat ditemui detikcom di Gedong BPOM RI, Senin. . . (30/9/2024).

BPOM juga bertemu langsung dengan wartawan, kata Mohammad Kashuri, Wakil Direktur Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik. Sementara itu, tersangka pemilik broker perawatan kulit di Bandung dikabarkan masih diperiksa.

“Laporannya sudah kita ikuti dan sekarang sedang kita proses dan sudah diserahkan. Sekarang sudah dilakukan proses pemeriksaan di sana, makanya akan segera kita berikan hasilnya,” ujarnya.

Belum diketahui secara pasti kapan hasil penyelidikannya akan keluar. Kashuri mengingatkan masyarakat untuk bijak memilih sebelum menggunakan produk perawatan kulit, terutama yang banyak dijual di pasar atau e-commerce.

Lebih baik mencarinya di outlet resmi, pastikan memiliki nomor izin edar. Tonton videonya

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *