Jakarta –
Read More : 7 Minuman Sehat yang Membantu Tubuh Berenergi Selama Berpuasa
Nyeri lutut yang tiba-tiba sering kali dikaitkan dengan masturbasi atau efek masturbasi pada pria. Tentu saja hal ini hanya mitos belaka, sebab faktanya justru sebaliknya.
Selain lutut yang tiba-tiba terasa nyeri atau cedera, efek masturbasi juga berkaitan dengan kondisi lutut yang “longgar”. Hal ini juga hanya mitos, sebab kebiasaan onani tidak ada hubungannya dengan hilangnya cairan untuk melumasi sendi lutut.
Dokter spesialis urologi SpU(K) dr Ponko Birovo menegaskan, tidak ada hubungan antara nyeri lutut yang tiba-tiba dengan masturbasi manusia. Meski memang berdampak, namun pria yang melakukannya lebih terpengaruh secara psikologis.
Kalau badannya sehat, tidak ada pengaruhnya,” kata Profesor Ponko, Kamis (12/12/2024) saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat.
Profesor Ponko mengatakan, pria yang melakukan masturbasi akan menjadi pecandu narkoba. Tak ayal, kondisi ini bisa berdampak pada kehidupan sosial seseorang.
Masturbasi berlebihan bisa menjadi penyebab konflik internal dalam diri seseorang. Meski para ahli tidak menganggapnya sebagai masalah kesehatan yang besar, namun masturbasi dianggap sebagai aktivitas seksual yang kontroversial dari segi norma dan agama.
Selain itu, menurut Profesor Ponko, pria yang mengalami ejakulasi, baik melalui hubungan intim maupun masturbasi, justru memberikan efek relaksasi karena banyak mengeluarkan hormon endorfin. Hormon ini dikenal dengan sebutan “hormon kebahagiaan” karena dapat menghasilkan perasaan gembira, nyaman, dan damai.
Padahal, saat pria mengalami ejakulasi, hormon endorfin yang dikeluarkan lebih banyak. Endorfin merupakan obat pereda nyeri alami yang memberikan kenyamanan dan ketenangan, tutupnya.
Fakta lain dikemukakan oleh sang profesor. Ponco – Pria tidak memiliki saraf transmisi rasa sakit yang menghubungkan antara lutut dan alat kelamin.
Tonton video “Mengapa Hanya Sedikit Orang yang Menerima Dokter yang Menginginkan Vasektomi” (naik/naik)