Jakarta –
Read More : Kreator YouTube Bisa Balas Komentar dengan Suara Sendiri
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan membeberkan penyebab tingginya tingkat korupsi di Indonesia. Faktanya, korupsi muncul karena tidak ada sistem yang mampu mencegahnya.
Kini, pemerintah mulai menciptakan sistem digital untuk mencegah korupsi. Misalnya saja dalam bidang pembelian barang dan jasa melalui sistem katalog elektronik.
Dengan sistem ini, pembelian dilakukan oleh mesin. Menurut dia, hal ini akan mengurangi potensi korupsi karena seluruh transaksi dilakukan oleh mesin yang tidak bisa disuap.
“Jangan pernah mengolok-olok korupsi. Kita semua yang menciptakan korupsi. Sekarang Anda sedang membangun ekosistem. Siapa yang mau korupsi? Orang membeli dengan mobil, apakah mobil bisa disogok? Tidak bisa,” kata Lühut saat berpidato di INA Digital. Rapat DPRD, Kantor Peruri, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2024).
Luhut menjelaskan, dalam sistem katalog elektronik, jika ada potensi korupsi akan mudah ditelusuri. KPK bisa dengan mudah melacak potensi korupsi karena semuanya dilakukan secara sistematik.
Menurut Lühut, hal ini membuat angka kasus akibat operasi OTT berkurang.
“Misalnya kalau ada anomali harga, langsung klik, saya bilang KPK, ini dia patroli. Kalau bisa, yang melanggar akan ditindak. Pasti turun (OTT). Sekarang sepertinya begitu. itu. turun banget.” – jelas Luhut.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini juga mengatakan, OTT dulu sering diejek karena dianggap kampungan. Komentar Lühut melemahkan kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meski ia tidak mengatakannya. “Saya diolok-olok orang ketika saya bilang OTT murahan. Saya bilang ke panitia BPK jangan menganggap BPK lemah. Yang lemah adalah sistem kita,” kata Luhut.
Ia mengatakan, saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (ACC) mempunyai tiga fungsi, yakni mencegah korupsi, mencegah korupsi, dan menindak kasus korupsi. Namun, sering mengambil tindakan anti korupsi.
“Ini semua tentang mengambil tindakan. Kita tidak bisa membangun sebuah kasus dan akhirnya mereka tertangkap dengan 100 juta, 300 juta panggilan telepon. Apa yang terjadi sekarang adalah ratusan miliar dihemat, tidak pernah dilaporkan. Media, lakukan hal seperti itu, ” dia berkata. Luhut. (benda / datang)