Jakarta –
Read More : Perhatian! Ini Aturan Bawa Vape Dalam Pesawat
Ketua Dewan Ekonomi Rakyat Luhut Binsar Pandjaitan menyikapi para pejabat “beracun” di pemerintahan. Beracun artinya sering merujuk pada pejabat tidak jujur yang melakukan penipuan keuangan.
Luhut mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo mempunyai banyak tujuan besar ke depan, mulai dari perbaikan iklim investasi, peringkat daya saing global, hingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Upaya ini mungkin akan terganggu oleh kehadiran para pejabat beracun tersebut.
“Memang benar pejabat tidak boleh minta uang, dan itu kuncinya,” kata Luhut saat kajian Akademi Bakat ASN di Kantor Administrasi Negara. Itu sebabnya mulut berbicara, dan itulah sebabnya saya katakan racun tetaplah racun.” LAN), Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024).
Dia melanjutkan, “Kamu tidak memiliki (orang beracun)! Nah, kalau mau kaya, jangan jadi perwira. “Jika Anda ingin kaya, jadilah pengusaha.”
Menurut Luhut, saat ini indeks biaya investasi (ICOR) Indonesia masih tinggi, begitu pula dengan tingkat inefisiensi. Berdasarkan data yang disampaikan Luhut, ICOR RI tercatat sebesar 6,6%. Pada saat yang sama, biaya inefisiensi nasional adalah sekitar $30 triliun.
“Inefisiensi kita tinggi, jadi kita punya Rp 1.000 triliun. Kalau kita terjemahkan angka pertumbuhannya, katakanlah 2-3%, 2% menjadi 5%, ya 7%. Kami bisa tumbuh lebih baik dari ini. Jadi sebetulnya iya banyak yang bisa dilakukan, saya kira asal kita semua bersatu tidak ada masalah (kesulitan).”
Belakangan ini, pemerintah tengah menggalakkan penerapan digitalisasi di sektor publik. Beberapa capaian yang diraih antara lain Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA) dan Katalog Elektronik (Electronic Catalog).
Menurut Luhut, melalui upaya tersebut, operasi over the air (OTT) KPK telah mengurangi aktivitas belanja pemerintah secara signifikan. Sebab, penipuan dan pelanggaran yang dilakukan pejabat pemerintah bisa dikurangi melalui digitalisasi.
“Dulu kita bilang OTT keju, itu keju, kenapa kita lakukan ini, dan orang-orang marah. Sekarang dengan OTT kami sedang membangun e-katalog. (pemberantasan korupsi) dan kita,” kata Luhut.
“Jadi saya kira ini harus kita lihat, dan kalau dilihat lagi, dari segi kehidupan nasional kita ini, saya optimis sekali, kalau kita tetap pada posisi ini, apa yang kita dapat? Kami ingin perlahan-lahan. Pertumbuhan 8% selama 5-10 tahun ke depan (shc/rrd)