Jakarta –
Read More : Siap-siap, Deep Extreme 2025 Digelar di Bulan Mei
Ombudsman mendukung rencana Bulog mengambil alih perusahaan beras Kamboja. Menurut lembaga ini, program investasi tersebut sebaiknya diperluas ke berbagai negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Australia.
“Ah, ini perkembangan yang sangat bagus! Kalau perlu Bulog akan mengumpulkan lahan di Vietnam, Thailand, dan Australia agar kita tidak mengimpor (beras), tapi untuk negara,” kata Yeka Hendra Fatika, salah satu anggota. Inspektorat kami akan melakukannya sendiri. Di Gedung Ombudsman Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2024).
Yaka kemudian menjelaskan, investasi ke negara lain diperlukan karena permasalahan lahan pertanian di Indonesia. Oleh karena itu, Ombudsman menilai tidak ada masalah dalam akuisisi perusahaan pertanian di negara lain. Menurut Yaka, sebenarnya hal ini bisa menjadi peluang bagi petani untuk menanam padi bolog di berbagai negara lain dan juga menekan biaya produksi beras.
Yang penting modalnya dari kita, kita ambil sendiri biar lebih murah dan berharap beras impor tidak mahal terus. Namanya terlalu banyak, ujarnya. Ditekankan.
Perum Bulog sebelumnya diminta mengakuisisi perusahaan beras asal Kamboja. Permintaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal Luhut Binsar Pandjaitan, meminta penguatan ketahanan pangan di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mendukung rencana tersebut. Menurut dia, rencana Bulog ini bisa memberikan keamanan terhadap cadangan beras pemerintah.
Jokowi di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2024), “Proses bisnis yang akan dilakukan Bulog akan memastikan cadangan beras negara kita berada pada posisi cadangan yang masih aman.” .
Dalam agenda yang sama, Luhut juga meminta Bulog membeli perusahaan pengelola sumber daya beras di Kamboja. Saat ini, proses akuisisi sedang dalam tahap studi kelayakan.
“Sementara Bulog akan mengakuisisi beberapa sumber beras di Kamboja. Presiden perintahkan saya ikuti, dan sudah kita ikuti, sekarang tinggal hati-hati. Ayo lakukan apa yang diperlukan.” .
(fdl/fdl)