Jakarta –
Read More : Putri Bill Gates yang Dinikahi Atlet Muslim Hamil Anak Kedua
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Cominfo) menyiapkan lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz pada Juni mendatang. Namun dengan kabar mergernya KSL Akiata dan Smartfren, apakah rencana tersebut akan dilanjutkan atau ditunda?
Coba tanyakan pertanyaan ini pada Ismail, CEO SDPPI Kominfo. Sayangnya, dia belum bisa memastikan hal tersebut karena proses merger antara KSL Akiat dan Smartfren hanya sebatas penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang tidak mengikat untuk menjajaki rencana merger kedua perusahaan.
“Soalnya cuma kita dapat nota kesepahaman yang tidak mengikat, tidak disebutkan waktunya. Tempatnya tapi entah kapan, lima tahun atau tidak, saya tidak tahu. Itu,” kata Ismail.
“(Jadi) kami akan terus sesuai aturan. Jika merger formal terjadi pada masa sebelum kebangkrutan, maka kami akan memperbaikinya.
Mengenai frekuensi yang akan dipulihkan pasca merger, Ismail belum bisa memastikan. Sebab, penandatanganan nota kesepahaman tidak mengikat antara KSL Akiat dan Smartfren merupakan aksi korporasi, bukan perintah hukum.
“Kami masih menunggu, jadi saya belum bisa menjawab apakah frekuensinya akan dipulihkan. Kalaupun ada, kami belum tahu apa yang akan terjadi dengan merger tersebut,” kata Ismail.
“Jadi masih terlalu dini bagi saya untuk langsung menjawab karena saya belum tahu bagaimana mergernya nanti,” ujarnya.
Sang visioner menegaskan bahwa angin merupakan sumber daya alam yang langka sehingga harus dimanfaatkan secara optimal untuk bangsa dan negara. Jadi jangan biarkan spektrum frekuensi tidak terpakai.
“Kalaupun bayar dan tidak pakai, itu tidak sesuai dengan tujuan undang-undang dan segala macam manfaat publikasi,” jelasnya.
“Jadi ketika perusahaan melakukan proses merger, kita akan ukur apakah frequent flight yang berasal dari perusahaan hasil merger akan digunakan, frequent party-nya bagus sekali atau tidak, rencana pengembangannya menyusul, dan selebihnya,” pungkas Ismail. .
Simak video “Menkominfo Tanggapi Isu Penggabungan KSL Akiata-Smartfren” (afr/fai)