Tokyo –

Jepang bosan dengan turis yang melanggar aturan. Lokasi foto populer di Jepang akan ditutup untuk mengurangi pariwisata.

Channel News Asia memberitakan pada Sabtu (27/4) bahwa lokasi tersebut adalah toko Lawson edisi terbatas di Fujikawaguchiko. Namun, terdapat pemandangan yang jelas ke arah toko Gunung Fuji.

Pihak berwenang Jepang akan memasang tembok hitam besar untuk menghalangi pemandangan Gunung Fuji. Pasalnya selama ini wisatawan berkumpul dan berperilaku buruk.

Sebuah pembatas setinggi 2,5 meter dan panjang 20 meter akan dipasang di sana. Pejabat kota mengatakan pembangunan akan dimulai awal minggu depan.

“Sangat disayangkan kami melakukan ini karena beberapa wisatawan tidak menghormati peraturan, meninggalkan sampah dan mengabaikan peraturan lalu lintas,” katanya kepada AFP.

Kebijakan ini merupakan salah satu tindakan paling drastis yang diambil pasca pembatasan pariwisata di Kyoto. Wisatawan dilarang mengganggu dan memotret geisha yang sedang berjalan-jalan.

Lokasi foto Gunung Fuji Lawson semakin populer berkat media sosial. Sebagian besar pengunjung adalah wisatawan internasional, memadati trotoar dekat toko Lawson.

Penjaga itu awalnya memperingatkan mereka, tapi mereka mengabaikannya. Bahkan, mereka tak segan melanggar rambu lalu lintas. Hal ini membuat marah pihak berwenang Jepang.

Parahnya lagi mereka suka parkir sembarangan. Untuk mendapatkan foto yang bagus, para turis ini terpaksa naik ke atap rumah sakit.

Selain peningkatan pariwisata, Jepang perlu melindungi warganya dari pariwisata yang berlebihan. Saya harap Jepang baik-baik saja, bagus sekali! Saksikan video “Wisata Ekstrim Gunung Fuji di Jepang” (bnl/fem)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *