Jakarta –

Read More : Perempatfinal Coppa Italia Tengah Pekan Ini: Inter Vs Lazio, Juve Vs Empoli

Kementerian Sumber Daya Manusia telah mencanangkan program Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2024-2029. Peluncuran dokumen ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia dan Kantor Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk Timor-Leste.

Program K3 Nasional resmi diluncurkan oleh Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauzia. Dokumen ini merupakan komponen kunci dari strategi komprehensif Profil K3 Nasional 2022 yang bertujuan untuk terus meningkatkan standar keselamatan kerja bagi pekerja Indonesia.

Dokumen ini memuat tujuan, sasaran dan indikator yang jelas bagi pemangku kepentingan untuk melaksanakan program K3 secara mandiri dan kolaboratif. Indonesia mempunyai tujuan utama yaitu menurunkan angka kecelakaan kerja minimal 10% dari 298.137 kasus per tahun pada tahun 2022.

“Program K3 nasional ini merupakan wujud komitmen kita bersama yang melibatkan kolaborasi antara perusahaan dan lembaga serta seluruh pemangku kepentingan K3, untuk membawa penerapan K3 di tingkat nasional, sehingga lebih berkontribusi terhadap pembangunan negara kita,” ujarnya. . . Ida dalam keterangannya, Rabu (25/4/2024).

Rencana K3 Nasional Kedua telah disusun sejalan dengan Rencana Pembangunan Menengah Nasional (RPJMN) 2024-2029, sebuah dokumen yang menjadi panduan penting dalam memajukan prioritas pembangunan negara dalam hal pembangunan program-kesejahteraan ekonomi, pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan sosial. .

Laporan ini menjelaskan tantangan dan peluang yang diharapkan dalam lima tahun ke depan berdasarkan tren ketenagakerjaan saat ini dan tren K3, termasuk perubahan sikap tenaga kerja Indonesia, peningkatan digitalisasi, teknologi informasi dan komunikasi, nanoteknologi, otomasi dan robotika. , perubahan pola kerja dan munculnya tantangan perubahan iklim.

Program ini menyoroti lima strategi utama untuk mengatasi tantangan K3 di Indonesia, termasuk penguatan dan penetapan kerangka hukum K3, penerapan budaya dan prinsip K3, kapasitas sumber daya K3, sistem pelaporan dan pengelolaan informasi K3, serta koordinasi, sinergi dan kolaborasi K3.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh menyatakan komitmen berkelanjutan ILO untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam implementasi, pemantauan dan evaluasi.

“Rencana K3 Nasional 2024-2029 secara efektif memanfaatkan upaya pemerintah Indonesia, asosiasi pengusaha, serikat pekerja dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan budaya K3 yang kuat dan mendorong penerapan K3 di berbagai sektor, mulai dari industri hingga usaha kecil dan menengah. perekonomian dan lingkungan pedesaan,” kata SIMrin. (Subjek/Das)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *