Jakarta –
Read More : Desa nan Cantik Lauterbrunnen Juga Ingin Terapkan Pajak Turis
Penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan kendaraan hybrid menjadi pilihan yang lebih populer. Mobil hybrid menjadi pilihan populer bagi para pecinta mobil yang ingin beralih dari mobil bermesin biasa.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara bahwa penjualan mobil hybrid terus tumbuh bahkan melampaui penjualan kendaraan listrik. Meski pemerintah memberikan insentif pajak pertambahan nilai untuk kendaraan listrik dengan TKDN di atas 40, namun mobil hybrid tidak mendapat subsidi serupa.
Pada tahun 2023, penjualan mobil hybrid akan mencakup 5,4% pasar, sedangkan mobil listrik hanya akan menguasai 1,7%. Kukuh menjelaskan, kepopuleran mobil hybrid disebabkan banyaknya model dan harga yang bersaing dengan mobil konvensional, sedangkan mobil listrik masih didominasi oleh mobil berukuran kecil.
Mengapa mobil hybrid begitu populer, apa kelebihannya dibandingkan mobil biasa? Simak ulasan di bawah ini untuk melihat lebih dekat mobil hybrid terpopuler dan pilihannya di Indonesia. Apa itu Hybrid dan bagaimana cara kerjanya?
Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa mobil hybrid adalah mobil yang memadukan dua sumber energi yaitu bensin dan listrik sebagai tenaga penggeraknya. Bensin dijalankan pada mesin pembakaran sedangkan baterai menyimpan energi listrik, yang kemudian didistribusikan ke motor listrik.
Kombinasi kedua energi ini terbukti menghasilkan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan mesin bahan bakar konvensional.
Umumnya listrik dihasilkan dari proses pengereman dan kemudian disimpan dalam baterai. Tenaga tersebut digunakan saat mobil mulai dari keadaan berhenti atau pada kecepatan rendah.
Ada banyak sekali jenis mobil hybrid yang terbagi berdasarkan cara penerimaan listriknya. Hibrida lengkap
Mobil hybrid sepenuhnya menggunakan bahan bakar bensin, dan motor listrik hanya bekerja saat dibutuhkan. Saat mobil melaju dengan kecepatan rendah, motor listrik menggerakkan mobil, sehingga kurang hemat bahan bakar di jalan raya yang sibuk.
Namun saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi, kedua catu daya tersebut akan bekerja sama. Pada saat pengereman, motor listrik berperan sebagai pembangkit tenaga yang kemudian disimpan pada baterai.2. Hibrida standar
Hibrida ini juga menggunakan mesin bensin dan motor listrik sebagai sumber tenaganya. Hibrida standar mengubah tenaga bertenaga bensin menjadi listrik untuk pengisian daya.
Namun saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi, mesin bensin akan menjadi sumber tenaga utama. Saat baterai hampir habis saat mobil berjalan kencang, genset akan mengisi ulang baterai dengan tenaga mesin bensin. Selama pengereman, generator mengubah energi kinetik menjadi listrik untuk mengisi baterai.3. Hibrida Plug-in
Tipe ketiga adalah Plug-in Hybrid yang memiliki kapasitas baterai lebih besar dibandingkan tipe lainnya sehingga memungkinkan mobil menempuh jarak yang lebih jauh. Mesin bensin mobil hanya akan hidup pada keadaan darurat saja, seperti pada saat aki mati.
Mobil bisa diisi dayanya di rumah atau di Stasiun Pengisian Mobil Listrik Umum (SPKLU) dan karena daya baterainya lebih besar, mesin bensinnya jadi lebih hemat.
Perawatan kesehatan aki mobil hybrid tidaklah ribet, Pemilik mobil hybrid dapat merawatnya dengan melakukan perawatan rutin pada bengkel resmi dan rutin membersihkan aki agar debu dan air tidak menyumbat disekitarnya.
Kotoran yang jarang dibersihkan dapat menyebabkan penyumbatan pada sistem pendingin baterai karena dapat menyebabkan kenaikan suhu yang tidak diinginkan. Selain itu, air yang terperangkap di sekitar batuan juga dapat mempercepat terjadinya korosi.
Oleh karena itu, perawatan rutin dan pemeliharaan kebersihan aki dapat membantu memperpanjang umur dan meningkatkan performa mobil hybrid Anda.
Berdasarkan data grosir terakhir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Februari 2024, daftar sepuluh besar mobil hybrid terlaris di Indonesia masih didominasi merek Jepang.
Total penjualan kendaraan hybrid pada bulan tersebut mencapai 3.690 unit, termasuk kendaraan hybrid sebanyak 3.684 unit dan kendaraan Plug-in Hybrid (PHEV) sebanyak 6 unit.
Meski kontribusi kendaraan hybrid hanya menyumbang 2,3 persen dari total penjualan grosir pada Februari 2024 yang mencapai 70.657 unit, namun tren penjualan kendaraan hybrid terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
Informasi mengenai hibrida diharapkan dapat membantu mempertimbangkan pilihan kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan efisien, seperti hibrida. Lantas apakah Detikers tertarik membeli Hybrid? Tonton video “Bahkan tanpa sponsor, mobil hibrida terjual lebih baik daripada mobil listrik murni” (in / in)