Jakarta –

Read More : Kisah Wanita Berdayakan Warga Konkep Lewat Batik, Raup Cuan Puluhan Juta

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap kabinet mendatang yang dipimpin Presiden terpilih Prabowo Subianto didukung menteri keuangan yang bisa bersinergi dengan pelaku usaha.

Pendapat tersebut disampaikan Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani. Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri akan berakhir pada Oktober 2024. Artinya 5 bulan lagi pemerintahan baru akan tiba.

“Yang pasti profesionalisme, kemudian bisa bersinergi dengan pelaku usaha, mampu (memahami) unsur-unsur ekonomi yang kita yakini menjadi satu kesatuan,” kata Shinta di Kantor DPN Apindo, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2024). .

Shinta menegaskan, profesionalisme menjadi salah satu kriteria utama yang diharapkan dimiliki calon menteri ke depan. Dalam hal ini, menurutnya, lintasan perlu diperhatikan.

“Pada dasarnya kami adalah menteri-menteri yang secara profesional mempunyai rekam jejak yang dapat menunjukkan bagaimana perkembangan perekonomian Indonesia berkelanjutan,” ujarnya.

Saat ditanya pandangannya siapa calon kuat menteri perekonomian, Shinta enggan menjawab dan hanya tertawa.

Selain itu, Apindo sendiri telah menyampaikan kepada tim pemerintah baru peta jalan ekonomi 5 tahun yang terdiri dari para wirausaha. Salah satu usulan yang disampaikannya adalah pembentukan kementerian baru yang khusus menangani perumahan dan tata kota.

Sementara itu, pada kabinet Indonesia maju yang saat ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), urusan perumahan diawasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang juga bertanggung jawab di bidang infrastruktur.

“Ada berbagai inisiatif, misalnya kita tidak punya kementerian yang fokus di bidang real estate. Tidak ada, jadi masuk dalam PUPR. Sekarang PUPR lebih ke infrastruktur. Jadi kita berharap ada menteri khusus yang mengurusi perumahan, yang mengurusi “real estate, dalam hal real estate, dan sebagainya, jadi ini salah satu hal yang sangat spesifik yang kami usulkan kepada pemerintah,” jelasnya.

Shinta mengatakan, pembentukan kementerian baru ini juga diharapkan dibarengi dengan pembentukan lembaga pelaksana, salah satunya lembaga percepatan perumahan, serta yang fokus di perkotaan.

“Karena ini usulan kami, karena pengelolaan dari sisi perkotaan juga penting untuk diperhatikan. Maka kami mengusulkan untuk menggabungkan dua hal yaitu real estate dan tata kota menjadi satu kementerian,” tutupnya. (shc/rd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *