Jakarta-
Read More : Sritex Resmi Pailit, Jumlah PHK di RI Bertambah?
Sebuah kota di Busan, Korea Selatan, menawarkan program khusus untuk mengatasi fenomena rendahnya angka kelahiran. Mereka sudah menyiapkan uang tunai ratusan juta untuk warganya yang perlu mengurus pernikahan
Pemerintah Kota Saha, yang terletak di bagian barat Busan, kota terbesar kedua di Korea Selatan, telah menyetujui anggaran untuk program yang mendorong perempuan dan laki-laki untuk menikah dan memulai keluarga. Untuk setiap langkah pertandingan, jumlah uang yang disumbangkan akan lebih banyak. Proyek ini akan mulai beroperasi pada Oktober 2024.
โPasangan yang bersedia menjalin hubungan melalui acara ini akan mendapat insentif sebesar 1 juta won (11,6 juta rupiah dengan kurs 11,65 won per rupiah),โ dikutip Korea Times, Selasa (27/8/2024).
Jika pengantin baru mengadakan “sang gyeon-rye”, yaitu acara kumpul anggota keluarga yang biasa diadakan sebelum pernikahan, pasangan tersebut bisa mendapat tambahan insentif sebesar 2 juta won atau Rp 23,3 juta. Sedangkan jika menikah, pemerintah akan memberikan bonus besar sebesar 20 juta won atau Rp 233 juta.
Namun tidak sampai disitu saja, pasangan yang baru menikah bisa mendapatkan tambahan sebesar 30 juta won atau 349,5 juta rupiah untuk membiayai rumahnya. Selain itu, akan diberikan tambahan insentif sebesar 800 ribu won atau Rp 9,3 juta per bulan untuk sewa rumah hingga 5 tahun.
Untuk berpartisipasi dalam program pencocokan, peserta harus berusia antara 24 dan 43 tahun dan tinggal atau bekerja di Saha. Peserta juga harus mengajukan lamaran dan bersedia melalui proses seleksi dan wawancara sebelum dapat mengikuti kompetisi.
Jumlah peserta dalam program percontohan ini akan berjumlah kecil dan terbatas pada warga negara Korea Selatan. Namun, pemerintah terbuka untuk membahas partisipasi warga asing dalam proyek-proyek masa depan jika proyek tersebut berhasil tahun ini. (kilo/kilo)