Jakarta –

Read More : RI Masih Rentan Keamanan Siber, Ada 3,9 Juta Serangan di Akhir 2024

Pemerintah Amerika Serikat di bawah presiden, Joe Biden, melarang penjualan antivirus Kaspersky di negaranya karena alasan keamanan nasional. Warga AS disarankan untuk beralih ke layanan antivirus lain.

Kantor Industri dan Keamanan di bawah Departemen Perdagangan AS mengatakan Kaspersky mengancam keamanan dan privasi pengguna di AS karena perusahaan tersebut berbasis di Rusia.

โ€œRusia telah menunjukkan bahwa mereka mampu, dan bahkan lebih dari itu, menggunakan perusahaan Rusia seperti Kaspersky untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi warga AS,โ€ kata Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo, menurut TechCrunch , Jumat (21). /6/2024).

Sumber Reuters mengatakan hubungan dekat Kaspersky dengan pemerintah Rusia menimbulkan risiko keamanan nasional. Ada kekhawatiran bahwa Kaspersky dan pemerintah Rusia dapat mencuri informasi sensitif, memasang malware, atau memblokir pembaruan keamanan pada perangkat warga AS.

Kaspersky akan dilarang menjual perangkat lunaknya kepada konsumen dan bisnis di AS mulai 20 Juli 2024. Namun, mereka dapat merilis pembaruan perangkat lunak dan keamanan kepada penggunanya hingga 29 September 2024.

Setelah itu Kaspersky tidak dapat memberikan pembaruan untuk penggunanya di AS. Raimondo menegaskan bahwa pengguna Kaspersky di AS tidak melanggar hukum dan menyarankan mereka untuk menggunakan antivirus alternatif.

โ€œIndividu dan pelaku bisnis di AS yang terus menggunakan produk dan layanan Kaspersky tidak melanggar hukum, Anda tidak melakukan apa pun, dan Anda tidak dikenakan sanksi pemerintah,โ€ kata Raimondo.

Namun, saya meminta Anda untuk segera berhenti menggunakan aplikasi ini dan beralih ke aplikasi lain untuk melindungi data diri Anda dan keluarga, lanjutnya.

Larangan tersebut merupakan perkembangan terbaru dari serangkaian tindakan yang diambil pemerintah AS terhadap Kaspersky. Pada tahun 2017, pemerintahan Donald Trump melarang lembaga federal AS menggunakan antivirus Kaspersky.

Tahun lalu, pejabat pemerintah Rusia mengatakan mereka mencuri dokumen rahasia yang disimpan di komputer kontraktor badan intelijen yang menggunakan antivirus Kaspersky. Ini adalah kasus spionase pertama yang dilaporkan akibat penggunaan antivirus Kaspersky.

Pemerintah AS semakin agresif dalam memblokir atau mengendalikan teknologi asing. Perusahaan-perusahaan di Tiongkok, khususnya, dilarang mendapatkan teknologi dari Amerika. Tonton video ini “Ribuan pelajar AS menolak bekerja untuk Google dan Amazon” (vmp/fyk)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *