Jakarta –

Read More : Terkuak! Sumber Data Pendapatan Negara Bocor Rp 300 T dari Luhut-BPKP

Tak kurang 11 dari 16 tersangka yang “membangun” situs game online merupakan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ke depan, Komdigi akan secara transparan mempublikasikan laporan pemblokiran konten negatif di internet, termasuk game online.

Diketahui, pegawai Komdigi 11 mengembangkan 1.000 situs game online dan meraup keuntungan pribadi sebesar Rp 8,5 juta per website. Meski diberi kuasa untuk memblokir, mereka justru menjadi pendukung situs ilegal tersebut.

“(Nanti) ada laporan harian sesuai instruksi menteri (Meutya Hafid),” kata Hokky saat ditemuinya di kantor Kementerian Komunikasi dan Teknologi, Jakarta, Senin (11/4/2024). .

Laporan harian Komdigi akan mengungkap daftar konten negatif yang diblokir atau aksesnya terputus. Konten atau situs “ditutup” jika terbukti melanggar peraturan hukum.

“Sebisa mungkin kami akan berusaha,” kata Hokky.

Hokky menjelaskan, Komdigi sebelumnya telah menyusun daftar konten negatif yang dibuat melalui Trust+. Pokoknya rupanya program tersebut akan segera diperbaiki kedepannya agar bisa disiarkan ke publik.

“Mungkin perlu ada keterbukaan ke publik. Nah, baru sekarang dalam hal ini sudah ada instruksi dari menteri bahwa itu dilakukan dalam bentuk keterbukaan, mungkin iya. Jadi teman-teman jurnalis, wartawan , mereka bisa melihatnya,” katanya.

Sebagai informasi, Polda Metro Jaya menangkap 16 tersangka terkait kasus dukungan situs game online, 11 orang di antaranya merupakan pegawai Komdigi, baik dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN.

Mulai hari ini, Menteri Komunikasi dan Teknologi Meutya Hafid mengumumkan kebijakan tegas terhadap 11 pegawai Komdigi yang dinonaktifkan sementara. Jika proses hukum sudah menghasilkan keputusan akhir, maka yang diadili akan diberhentikan dengan tidak hormat.

Nama-nama lain yang mungkin terlibat saat ini sedang diverifikasi dan menunggu koordinasi lebih lanjut antara Direktorat Jenderal Penerapan TI (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Teknologi dan Kepolisian Republik Indonesia. Verifikasi ini akan memberikan kejelasan identitas pegawai yang ditangkap,” kata Meutya di kantor Kementerian. Komdigi, Jakarta, Senin (11/4/2024). Simak video “Video: Deretan Barang Bukti yang Disita Biro Pemberantasan Judi Online Terungkap” (agt/fyk)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *