Jakarta –

Read More : Sepeda Listrik di Transmart Full Day Sale Diskon!

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana menambah 7 kapal pemantau perikanan pada tahun ini. Kapal tambahan menggunakan skema Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri Spanyol (PHLN).

KKP Pung Nugroho Saksono, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), mengatakan kapal itu dirakit di Spanyol.

“Rencana tambahan, kalau kita dapat bantuan dari Spanyol, kita ada rencana, mungkin masih ada 7, Insya Allah kontraknya akan berakhir tahun ini. Konstruksi hanya di Spanyol, bukan di kita, hanya di kita. Barang diterima. Lakukan,” kata pria yang akrab disapa IPunk itu pada konferensi pers. Gedung Mina Bahari 4, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2024).

Ia melaporkan, target pihaknya biasanya 10 kapal, namun yang terkontrak hanya 7 kapal. Namun Ipank tidak menyebutkan dari negara mana sisa kapal tersebut berasal.

Jadi totalnya 10, sekarang tahap pertama ada 7 yang sudah kita kontrak dan akan dibangun di Spanyol, mungkin nanti tiga ketiga, (rencananya) PHLN, ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia mengatakan pihaknya juga menambah tujuh kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT). Oleh karena itu, KKP mempunyai 21 kantor UPT.

Rencananya kantor UPT tersebar di seluruh Indonesia. Selain meningkatkan kinerja, sarana dan prasarana, Ipank mengatakan hal itu tidak bertujuan untuk menunda kegiatan operasional.

Sebab, pola pelanggaran di jalur darat dan laut lebih beragam. Oleh karena itu, ia menilai diperlukan adanya kantor di lokasi tersebut.

“Jadi masih banyak lagi titik artikulasi yang saat ini ada di Aceh, Belawan, Batam, Cilacap, Tual, Kupang, Tarakan, Biak, Tahuna, nanti ditambah Merauke, lalu di Jawa Tengah masih banyak lagi,” tutupnya. . (gambar/gambar)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *