Jakarta –
Read More : Pemkot Malang Targetkan 3,3 Juta Wisatawan Datang ke Malang di Tahun 2025
Ekspor ikan Indonesia akan meningkat sebesar 1% pada paruh pertama tahun 2024, kata Kementerian Kelautan dan Perikanan (MMF). Amerika Serikat (AS) menjadi tujuan ekspor terbesar, namun Uni Eropa menjadi pasar dengan pertumbuhan ekspor tertinggi.
Namun ekspor makanan laut Indonesia ke Eropa terhambat oleh hambatan non-tarif. Oleh karena itu, KKP ingin menggandeng Kementerian Kelautan dan Investasi (Kemenkomarves) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Selain itu, jika menyangkut hambatan tarif yang pendek, ada hal-hal yang memang kita coba atasi, dan hambatan non-tarif tersebut kita upayakan bersama Kementerian Koordinator Kelautan dan Perikanan,” kata staf menteri. dikatakan. Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Kelautan, Menteri Kelautan dan Perikanan Hendra Usran Siri di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2024).
Hendra menjelaskan ekspor ikan Indonesia pada semester I 2024 mencapai 2,71 miliar dolar AS atau 44,24 triliun rupiah. Ini 1% lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.
Meski Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor ikan dengan nilai ekspor sebesar $889,39 juta atau Rp 14,4 triliun, Hendra mengatakan ekspor telah meningkat ke negara lain.
“Ekspor meningkat 1% dibandingkan tahun yang sama. Soalnya dari lima negara (titik ekspor terbesar), Amerika Serikat (titik ekspor terbesar) hanya meningkat 1%, meski lebih rendah dibandingkan tahun lalu. tahun,” katanya.
Di antara negara-negara yang mengalami pertumbuhan ekspor, Tiongkok meningkat sebesar 9% menjadi 556,04 juta dollar AS atau Rp 9,02 triliun (tahun lalu). Kedua, kawasan ASEAN tumbuh 16,5% menjadi $353,93 juta atau 5,74 triliun rupiah. Ketiga, naik 6,4 persen menjadi $436,14 juta. AS atau 7,08 triliun.
Pasar ikan di Uni Eropa adalah wilayah dengan pertumbuhan tercepat, menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan. Total pertumbuhannya mencapai 18,9% menjadi 193,35 juta dolar atau Rp 3,13 triliun. Namun, ekspor ikan ke Uni Eropa belum berjalan baik karena adanya hambatan non-tarif.
Jika permasalahan ini teratasi, Hendra yakin jumlah ekspor ikan ke Eropa bisa lebih tinggi. “Kalau kita bergabung dengan Uni Eropa dan produknya bisa sampai ke kita, Insya Allah nilai ekspornya akan lebih tinggi,” ujarnya. (gambar / gambar)