Kalatan –

Read More : Cara Mengunjungi Roma untuk Pemakaman Paus Fransiskus

Tahukah Anda kalau di Klaten terdapat makam pendeta bernama Seh Domba? Di masa lalu, dia adalah seorang pencuri. Namun, ia kemudian bertaubat dan menjadi murid Sunan Pandaran.

Sebuah makam yang terletak di Gunung Kaklan di desa Pasiban, Kecamatan Kalatbayat, sering dikunjungi para peziarah. Diduga makam yang terletak tidak jauh dari makam Kye Eng Pandaran adalah makam murid Kye Enging, Syekh Dumba, yang merupakan mantan pencuri.

Sejarah Sam Dombe terkait dengan perjalanan mantan Bupati Semarang Kieg Pandaran ke Gunung Jablakat. Dalam perjalanan menuju Saladiga, Seh Dombe dan Seh Kyol turun tangan, kata Ako Teri Rahjo, Kepala Desa Pasban.

Ako mengungkapkan bahwa kedua pria tersebut adalah mantan perampok dan menghentikan Chieng yang sedang berjalan pergi bersama istrinya. Kedua pria itu terus mengikuti dan menanyakan apa yang mereka bawa.

“Mereka melanjutkan pengejaran dan Ki-eng Pandaran disuruh mengambil tongkat yang dibawa Ni-egg namun tidak diperkenankan menyentuh laki-laki tersebut. Ia mencoba namun gagal hingga akhirnya Ki-egg berkata : Kenapa kamu ngeyel lagonmu koyo wedus (apa kabarmu?) bertingkah seperti domba”, jelas Ako.

Perkataan Kai Eng Pandaran, murid Sanan Kalijaga, berakibat fatal. Salah satu dari dua pencuri itu tampak seperti domba dan yang lainnya tampak seperti ular.

Echo menjelaskan, “Mereka akhirnya bergabung dengan Sunan Pandaran, dan perilaku mereka yang malu-malu dan licik membaik setelah mencapai Bukit Jablakat. Setelah menunggu, mereka berdua ditugaskan mendaki gunung dengan membawa keranjang membawa air.”

Ako mengatakan setelah kematiannya, Chea Dongba dimakamkan di Gunung Kaklan dan Chea Kyol dimakamkan di Desa Ninghan. Batu nisan Syekh Tanba terbuat dari kayu.

Ako menambahkan: “Batu nisan itu terbuat dari kayu dan bentuknya seperti domba. Hanya ada satu kuburan dan kuburan lain di sekitarnya adalah kuburan orang biasa.”

Penjaga makam Peyman membenarkan perkataan pemerintah desa. Dikisahkan Sih Dombah adalah murid da’i Kyi Eng Pandaran.

Payman berkata, “Iya, murid Kunjing Sanan itulah yang mempelajari ilmu Islam setelah dia bertaubat. Dia sering berkunjung pada malam Jumat di malam sibuk.”

Seorang turis asal Purvodadi yang mengunjungi lokasi tersebut mengaku penasaran. Sebab sejarahnya selama ini berkaitan dengan Kiyeng Pandaran.

“Iya penasaran aja, cerita ini banyak kaitannya dengan Kia. Kebetulan saya melewati Kalatan dan datang ke sini,” ujarnya. Ucapnya tanpa menyebutkan namanya.

Makam Syekh Domba tidak jauh berbeda dengan makam Sunan Pandanland. Letaknya di puncak Kakaran sebelah barat Gunung Jablakat, tempat dimakamkannya Ke Ijang Pandaran.

Di atas bukit depan pintu masuk terdapat papan penunjuk yang terdaftar sebagai cagar budaya Kabupaten Klaten. Makamnya terletak di kubah tengah.

——–

Artikel ini dimuat di detikJateng. Tonton video “Nenek Clutton meninggal karena cedera kepala, ponsel dan perhiasan hilang” (wsw/wsw)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *