Jakarta –

Read More : Viral Pernikahan Dini di Lombok, Psikolog Soroti Dampak Mental pada Pengantin Anak

Penyintas kanker ovarium dan pencipta TikTok Shella Selpi Lizah telah meninggal dunia. Shella meninggal setelah dua puluh tiga tahun menderita penyakit tersebut.

Innalillahi wa innailahi maaf istriku tercinta Shella Selpi Lizah Binti Didin Jaenudin telah meninggal dunia Rahmatullah, tulis suami Sella, Albi, di situsnya.

Sebelum kematiannya, kisah perjuangan Shella melawan kanker ovarium menjadi viral di media sosial. Penyakit itu bermula setelah Shella mengeluh sudah tiga bulan tidak haid.

Shella pertama kali didiagnosis pada akhir Oktober 2021 setelah mengeluh kram dan demam, ia berobat ke dokter. Hasil USG menunjukkan kista berukuran 9 cm.

“Dari November hingga Desember ukurannya naik dari 9 cm menjadi 15 cm. Perkembangannya cepat sehingga dokter mencurigai adanya kanker ganas,” kata Shella saat ditemui detikcom, Senin (18/10/2023).

Shella mengira kanker disebabkan oleh hobi mengonsumsi MSG, seperti seblak dan bakso. Setelah diteliti lebih lanjut, kanker tidak hanya disebabkan oleh faktor makanan saja, namun juga faktor genetik, hormon dan masih banyak lagi faktor lainnya.

“Dari awal diagnosa saya tidak haid selama 3 bulan. Mungkin karena hormon, karena sebelumnya hormonnya kurang bagus karena saya sedang menjalani pengobatan TBC. Setelah pengobatan TBC, saya mendapat menstruasi di bulan Agustus. . Jadi sepertinya lebih ke hormon”.

Shella menjalani beberapa operasi dan kemoterapi sebelum kanker ovarium merenggut nyawanya.

Terkait dengan kanker ovarium

Kanker ovarium adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan tumbuhnya sel-sel abnormal dan abnormal pada ovarium atau saluran tuba. Kanker ovarium stadium awal mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Hal ini dapat membuat sangat sulit untuk menemukannya.

Namun, beberapa gejala yang mungkin terjadi antara lain: sering merasa cepat kenyang saat makan, kesulitan makan, sering buang air kecil, nyeri, atau rasa tidak nyaman pada perut atau panggul.

Operasi pengangkatan salah satu atau kedua indung telur seringkali menjadi pilihan untuk menghilangkan sel kanker. Bahkan, beberapa pasien perlu menjalani histerektomi atau pengangkatan rahim untuk menyembuhkan kanker ovarium. Tonton videonya ” Mitos atau fakta: Mengikuti program bayi tabung meningkatkan risiko kanker” (perempuan)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *