Jakarta –
Read More : Asus Zenbook S 14 OLED Terbaru Segera Rilis, Pakai Intel Lunar Lake
Hari Kemerdekaan yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus tidak hanya dapat mengenang para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan bangsa, namun juga mengambil inspirasi dari para wanita hebat yang terus berjuang di berbagai bidang. Hal ini tidak terkecuali di dunia bisnis rantai makanan yang didominasi laki-laki.
Salah satu contoh inspiratif datang dari dua tokoh Srikandi Bulog, Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan; Sonia Mamoriska Harahap dan Direktur Penjualan Febby Novita. Kisah mereka dapat mengajarkan Anda tentang dedikasi, kesetaraan gender dalam bekerja, dan semangat kemandirian sehingga Anda dapat meningkatkan karier tanpa batas.
“Setelah menyelesaikan S2 di luar negeri, saya kembali ke Indonesia untuk melanjutkan karir karena terinspirasi dari PNS ayah saya. Saat pertama kali bergabung dengan Perum Bulog pada tahun 1998, saya bergabung di departemen pengadaan luar negeri hingga hilang.” jurusan (IT) sejalan dengan kelulusan saya. Setelah itu saya melanjutkan studi doktoral di Indonesia dan akhirnya ditunjuk memimpin Direktorat Transformasi dan Hubungan Kelembagaan,” kata Sonia, Jumat (16/08/2024).
Sonia melanjutkan karirnya dengan berkontribusi pada perusahaan-perusahaan yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Berbekal kepengurusan dan pengalaman strategis saat Perum Bulog bertransformasi dari lembaga pemerintah nondepartemen menjadi Perum di bawah Kementerian BUMN, kini beliau memimpin restrukturisasi Perum Bulog setelah 57 tahun berdiri.
“Saya pernah bekerja di perusahaan asing di Amerika semasa kuliah S1 dan termotivasi untuk memperdalam ilmu teknologi pada jenjang pascasarjana di Australia dengan harapan bisa membawa perubahan teknologi ke Indonesia,” tambah Sonia.
Salah satu tantangan terbesarnya adalah memastikan Perum Bulog, meski sudah berdiri lebih dari 50 tahun, tetap mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Di sisi lain, Perum Febby Novita berperan penting dalam mengembangkan strategi unit usaha Bulog yang fokus pada diversifikasi dan inovasi. Melalui pendekatan yang kreatif dan berkelanjutan, Fewby Perum berhasil menjadikan Bulog sebagai pemain kunci di pasar beras premium dan berekspansi ke jaringan ritel modern bernama Rumah Pangan Kita (RPK). Saat ini terdapat 19.500 RPK yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
“Saya bergabung dengan Perum Blog 27 tahun yang lalu, dari posisi pekerja hingga posisi saya saat ini. Hal yang paling membanggakan selama bekerja di Perum Blog adalah membawa kebaikan ke tempat yang jauh melalui pembagian beras. Ini misi inti saya,” Fewby dikatakan.
Selama berkarir di Perum Bulog, beliau memperkenalkan beragam produk komersial baru yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, namun juga memperkuat citra Perum Bulog sebagai perusahaan yang inovatif. Tantangan utama dalam kiprahnya adalah bagaimana menjaga relevansi produk Perum Bulog di tengah perubahan preferensi konsumen dan persaingan yang semakin ketat.
Salah satu inisiatif yang dimotori Fewby adalah mengembangkan produk pangan lokal yang dikemas secara menarik bagi konsumen masa kini. Ia melihat peluang besar dalam menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi pengolahan modern untuk menciptakan produk yang tidak hanya populer tetapi juga memberikan nilai tambah bagi konsumen.
Selain Sonya dan Pheba, masih banyak lagi pahlawan BUMN, khususnya Bulog, yang berada langsung di bawah direksi, seperti direktur departemen di kantor pusat, pimpinan daerah, dan pimpinan audit daerah Bulog. Sonia, Fewby dan para pahlawan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda yang berjuang untuk sukses dalam karirnya tanpa mengenal stigma dan batasan.
Memberi Kebaikan dalam Semangat Kemandirian menjadi bukti bahwa dengan tekad yang kuat, ketekunan, keyakinan diri dan semangat yang tiada habisnya, perempuan Indonesia bisa meraih kesuksesan besar di bidang apapun, bahkan di bidang yang didominasi laki-laki sekalipun. “Jokowi Tunjuk Luhut Pimpin Bulog Akuisisi Perusahaan Beras di Kamboja” (ncm/ega)