Jakarta –
Read More : Didukung BRI, Sosok Ini Sukses Berdayakan Perempuan di Lamongan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat hari ini.
Yahya mengatakan, pertemuan ini digelar untuk membahas izin pertambangan dan investasi di ibu kota nusantara (IKN), Jakarta Pusat.
“Kami mengusulkan untuk membicarakan konsesi pertambangan dan rencana kami untuk berinvestasi meski kecil di IKN nanti,” kata Yahya saat tiba di Istana, Kamis (22/8/2024).
Yahya melanjutkan, pihaknya perlu membangun kantor di IKN. Pihaknya juga akan berinvestasi pada pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan di ibu kota baru.
“Karena di sana kita perlu membangun kantor, membangun fasilitas pendidikan dan keagamaan di sana,” kata Yahya.
Sebelumnya diberitakan, NU menjadi salah satu ormas keagamaan yang akan mendapat izin usaha pertambangan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024. Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Yuliot Tanjung bahwa proses penerbitan izin pertambangan memerlukan beberapa tahapan.
Pertama-tama, wilayah penambangan harus ditentukan. Bagi NU, pemerintah tengah menyiapkan lahan batubara akibat berkurangnya lahan tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC).
“Lokasinya sudah ditentukan. Ini pengunduran diri KPC sebelumnya. Jadi ada tahapan lain,” kata Yuliot saat ditemui di kantor Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Lebih lanjut, Yuliot menjelaskan, organisasi akar rumput harus mengajukan izin usaha pertambangan (IUP). Kemudian Anda harus melalui proses penentuan iuran wajib.
Saksikan juga videonya: Rosan mendapat misi dari Jokowi: Jangan hanya berinvestasi di IKN sebagai investor lokal
(benda/benda)