Jakarta –

Read More : Kominfo Dorong Starlink Sediakan Akses Internet di Daerah 3T

Seorang mahasiswa ilmu komputer di Universitas Purdue di Indiana telah berhasil memodifikasi distribusi Linux agar dapat dijalankan (boot) dari Google Drive.

Mahasiswa bernama Ersei ini mengaku tertantang oleh temannya yang bisa menjalankan Linux pada sistem file jaringan. Tak mau kalah, ia mencoba menggunakan Linux dari Google Drive.

“Saya harus membuktikan bahwa saya bisa melakukan hal-hal yang lebih sulit, lebih baik, lebih cepat, dan lebih kuat,” kata Elsey.

Sekilas, ide ini tampak mustahil. Pasalnya Google Drive hanya dibuat untuk menyimpan dan berbagi file, bukan keseluruhan aplikasi.

Namun Ersei tidak menyerah dan menggunakan pengalaman pengembangan Linuxnya untuk mewujudkan rencananya. Cara yang digunakan adalah dengan membuat disk RAM Userspace Filesystem (FUSE) yang memungkinkan semua komponen penting OS, aplikasi, dan binari jaringan terlihat di Google Drive selama proses booting Linux.

Seperti dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (4/7/2024), pengelolaan sysmlink di Google Drive kerap menimbulkan kendala sehingga prosesnya tidak mudah.

Ketika kodenya sudah siap, dia membuka laptopnya dan menemukan tidak ada ruang penyimpanan sama sekali. Dan hasilnya luar biasa. Setelah Ersie mengkonfigurasi ethernet, layar, dan jaringan dengan file EFI yang dikompilasi, laptop berhasil melakukan booting. Laptop berhasil login ke desktop Arch Linux yang diboot dari Google Drive.

Namun, kinerja saat ini lambat dan banyak komponen seperti izin dan atribut yang rusak. Tapi setidaknya laptopnya berfungsi.

Menurut Ersie, penemuannya dapat membantu Anda mem-boot laptop menggunakan repositori Git atau koneksi SSH. Tonton video “Pengguna Google Drive melaporkan kehilangan data secara tiba-tiba” (asj/asj)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *