Jakarta –

Read More : Beli TV di Transmart Full Day Sale! 65 Inch UHD Smart TV Rp 6 Jutaan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Khadimuljono meminta jajaran jajaran Kementerian PUPR jangan pernah berani mempermainkan uang rakyat.

Menurut Basuki, Kementerian PUPR mengelola dana masyarakat hingga Rp1.000 triliun dalam 10 tahun terakhir. Menurutnya, hal ini sangat penting mengingat tanggung jawabnya dalam pembangunan nasional.

“Kalau saya bersama teman-teman PUPR, saya selalu bilang, hati-hati, jangan main-main! Tugas PU menyelamatkan uang rakyat, tugas Menteri Keuangan mencari uang rakyat,” kata Basuki. Upacara Serah Terima Barang Milik Negara Kementerian, Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (10/10/2024).

Basuki sendiri mengaku akan malu jika salah satu anak buahnya berbuat curang. Sebab, menurutnya, tugas PUPR adalah menampung uang rakyat, berbeda dengan Kementerian Keuangan yang bertugas mencari sumber pembiayaan.

“Pekerjaan PUPR hanya belanja saja. Jadi kalau kita abaikan, saya akan kesulitan mengumpulkan Menteri Keuangan (Shri Mulyani),” ujarnya.

Terkait hal itu, Basuki mengaku telah meminta maaf kepada Shri Mulyani jika ada anak buahnya yang menyalahgunakan dana masyarakat. Dan ciuman di tangannya jika diperlukan.

“Jadi kalau ada pelanggaran, saya akan menghampirinya, mencium tangannya dan meminta maaf. Itu yang selalu saya sampaikan,” ucapnya.

Menanggapi ucapan Basuki, Shri Mulyani mengatakan Basuki merupakan menteri yang baik dalam menyelamatkan uang rakyat. Menurutnya, hal tersebut juga sulit dilakukan.

Karena belanjanya susah. Belanja seperti Pak Bass, kata Sri Mulyani.

Apalagi, Shri Mulyani pun membalas ucapan Basuki dengan berjanji akan mencium tangan anak buahnya jika lalai. Ia mengatakan Basuki tidak pernah mencium tangan Sri Mulyani.

“Pak Baz mencium tangannya, dia tidak pernah mencium saya,” seloroh Pak Mulyani.

Sebagai tambahan informasi, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar 1.315,47 triliun untuk digunakan selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan data Kementerian PUPR, jumlah tersebut terdiri dari pagu anggaran 2015-2019 sebesar 564,93 triliun, serta pagu anggaran 2020-2024 sebesar 750,54 triliun.

Lebih spesifiknya, batas 1.315,47 triliun itu terdiri dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditzen SDA) Rp408,76 triliun, Direktorat Jenderal Bina Marga Rp571,38 triliun, dan Direktorat Jenderal Permukiman Rp223,28 triliun. . , dan Rp94,77 triliun untuk Direktorat Jenderal.

Simak Video: Jokowi Coba Hemat Uang Negara, Terbitkan UU Perampasan Aset

(datang/datang)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *