Jakarta –
Read More : Travel Boby Rachman Rugi Sekitar Rp 800 Juta Imbas Visa Furoda Gak Terbit
Ini bukan kata untuk pendidikan. Sebagai moderator Ersa Cayori, S2 berlanjut pada usia 46.
Ersa pertama kali mendaftarkan keputusan untuk kembali ke perguruan tinggi pada Oktober 2024. Dia membawa Ilmu Komunikasi S2 ke Jakarta.
“Dua bulan terakhir telah menambahkan jadwal sibuk saya untuk menjadi siswa baru dari pendatang baru haha. Betapa tiba -tiba kuliah? Tiba -tiba. Niatnya untuk waktu yang lama. Setelah kembali dan kembali, dia akhirnya berani mendaftar S2.
Ketika dia mengisi Rumpi: Sabtu (17/2025) di Jakarta Selatan bukan rahasia, Era Cayoror mengakui bahwa salah satu alasan kuliah ada titik yang tersisa, karena anak -anak mulai tumbuh dan tidak kesepian di rumah. Sebelumnya, Ersa lulus dari S1 Psychology.
“Tiba -tiba saya ingin kuliah lagi untuk Pandes. Ketika Pandami adalah semua yang kami buka di rumah, anak -anak juga sekolah online,” katanya.
“Aku berkata,” Eh, ternyata sekolah web bisa um? “”
Ibu dua anak mengakui bahwa ada rasa penyesalan. Jika dia melanjutkan S2 dari Panda, dia harus mempromosikan sekarang. Sekarang salah satu dari anak -anaknya belajar di Bandung.
“Itu mulai merasa bahwa pekerjaan saya berkurang dan merawat anak -anak dan berpikir bahwa penyesalan berlanjut.
Alih -alih membayar penyesalan yang dirasakan, Ersa bercanda setelah universitas yang memiliki perasaan berbeda.
“Terkadang ada perasaan penyesalan. Apa yang saya cari pengetahuan untuk menemukan masalah?” Lelucon Ersa Cayori tertawa.
Istri Otto Djauhari menyukai periode dengan universitas. Dalam pemberiannya 9, 2025, Ersa berbagi antusiasmenya untuk menikmati kursus offline di negara akademik.
Sekarang dia mulai membuat disertasi.
“Berdoa secara merata, teman -teman. Semester ini secara resmi terlibat dalam pekerjaan dan harus mulai menulis untuk artikel di majalah. I Jeng! Bismillah,” kata Ersa Carorii.
Tonton video “Video: Breakhough in Education Policy di Prabowo Era” (PUS/WES)