Jakarta –

Read More : Kanker Kolorektal di Milenial-Gen Z Singapura Naik, Ahli Wanti-wanti Makanan Ini

Kementerian Kesehatan Indonesia membuka pernyataannya terkait penerimaan Dekan FK Universitas Diponegoro yang akhirnya membenarkan adanya permasalahan terkini dalam pendidikan program penelitian anestesi. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya mengapresiasi fleksibilitas ini. Ia juga meminta setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan FK Undip dalam mengembangkan sistem PPDS di Undip ke depan.

Tapi kami mengapresiasi pendapat FK Undip sebagai upaya perbaikan sistem,” jelas pria yang akrab disapa Pakar Aco itu saat ditemui detikcom, Jumat (13/10). /9/2024).

Dua hal yang diinginkan Aco adalah cara konkrit untuk meningkatkan pendidikan dokter profesional. Ia menegaskan bahwa perkembangan pemerintahan di masa depan tidak hanya sekedar teori.

Pertama, sanksi yang lebih tegas bagi pelanggar. “Kami diberikan hukuman disiplin karena perpanjangan waktu tes darah, tidak boleh rawat inap, dan lain-lain,” ujarnya.

Kedua, menurut Azhar, biaya pendidikan yang tidak perlu harus segera dihentikan. FK Undip baru-baru ini juga mengakui ada pajak sebesar Rp 20 hingga 40 juta.

“Langkah-langkah pengendalian yang konkrit sudah dilakukan, seperti penghapusan pungutan-pungutan yang tidak perlu, penetapan jam kerja, penertiban grup WhatsApp,” ujarnya.

“Kami berharap hal ini bisa membuat orang lain jera dan tidak terjadi lagi,” harapnya.

Bagaimana kedepannya Program Penelitian Anestesi PPDS Undip?

Bulan lalu sejak program pelatihan anestesi PPDS Undip ditutup, sudah ada lebih dari 80 orang yang mengikuti pelatihan di sekolah tersebut saja, salah satunya sudah lulus. Sementara itu, sekitar 80 persen PPDS harus berada di rumah sakit untuk bisa langsung beroperasi.

Dekan FK Undip Yan Wisnu Prajoko meminta pemerintah segera mencabut larangan tersebut, ia menegaskan PPDS Anestesi Undip ingin menambah jumlah dokter khusus di Indonesia.

Terkait hal tersebut, Azhar mengatakan, pemberhentian tersebut bisa saja dibatalkan, termasuk izin mempekerjakan kembali Dekan FK Undip. Namun, ingatlah.

“Soal pencabutan dan pengembalian izin operasional, ya tentu saja bisa dilakukan dengan cepat jika kita melihat ada tindakan tegas dari FK Undip terkait permintaan kami di atas,” ujarnya – menutup video” (naf/kna)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *