Jakarta –
Read More : BMKG Ungkap 2024 Jadi Tahun Terpanas di RI, Inikah Pemicunya?
Tercatat, saat ini terdapat 66 kabupaten dan kota yang belum memiliki RS Tipe C milik pemerintah. Kementerian Kesehatan RI berencana membangun 32 rumah sakit tipe C dengan prioritas pengembangan di kawasan timur Indonesia yang diharapkan selesai dalam waktu dua tahun.
“Kita akan bangun 32 RS di daerah tertinggal, perbatasan, dan pulau-pulau (DTPK). Insya Allah kita akan menjadi pionir sampai akhir Maret ini secara bertahap, Jumat ini di NTT, berikutnya di Nias,” kata Direktur Lanjutan. . Kesehatan ditekankan. Azhar Jaya, saat detikcom berkumpul di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2025).
Azhar mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan dana sekitar 170 miliar untuk pembangunan rumah sakit tipe C dan dibutuhkan sekitar 20 miliar untuk pembelian peralatan kesehatan. Namun salah satu kendalanya adalah persiapan petugas kesehatan.
Kendalanya adalah sumber daya manusianya. Sumber daya manusia tersebut kami kaitkan dengan program-program yang sudah ada di Ditjen SDM Kesehatan. Ini akan dilakukan secara bertahap dengan program beasiswa atau pendidikan yang sedang berjalan, lanjutnya.
Azhar mengatakan, seluruh anggaran diperoleh dari dana pemerintah pusat dan DAK atau alokasi khusus yang diberikan kepada daerah. Prioritas diberikan pada peralatan kesehatan yang siap produksi dalam negeri atau dengan kandungan komponen dalam negeri tertinggi.
“Perkiraannya kalau pelayanan kesehatan tentu harus ada 7 dokter spesialis dasar dulu ya? Kalau misalnya memang RS Tipe C, anestesi, penyakit dalam, kebidanan, anak, dan bedah ya? 7 kita fokus karena ini RS tipe C,” ujarnya. Simak videonya: Pemeriksaan Skin Care Commons, Dokter Akan Panggil Detektif BPOM” (naf/kna)