Yogyakarta –
Read More : Mulai 10 Agustus, Batik Air Terbangi Rute Pekanbaru-Kuala Lumpur
Berkunjung ke Jogja belum lengkap rasanya tanpa mengunjungi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Rasanya seperti menjadi tamu raja.
Keraton yang terletak di Jalan Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta ini merupakan bagian dari Poros Filsafat Yogyakarta yang diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada tahun 2023. Dengan luas sekitar 14 hektar, Ngayogyakarta Hadiningrat Keraton Merupakan istana resmi Kesultanan Yogyakarta.
Kawasan ini menjadi monumen hidup yang masih hidup dan terpelihara dengan baik hingga saat ini, dan merupakan salah satu kawasan cagar budaya di Yogyakarta. Terdiri dari tiga bagian, yaitu kompleks depan keraton, kompleks inti keraton, dan kompleks belakang keraton.
Sayangnya, tidak semua kawasan terbuka untuk pengunjung. Salah satu referensi wisata favorit adalah kompleks Kagungan Dalem Kedhaton tepatnya di Museum Keraton Yogyakarta atau Museum Kedhaton.
Tiket masuk Museum Keraton Yogyakarta dikenakan biaya pengunjung sebesar Rp15.000 untuk wisatawan domestik dan Rp25.000 untuk wisatawan mancanegara. Setiap pengunjung akan disambut sebagai tamu raja dan didampingi oleh para abdi dalem sebagai pemandu.
“Pada kompleks inti karton atau bagian kedua ini terdapat tujuh bagian, yaitu Pagelaran dan Sitihinggil Lor, Kamandungan Lor, Srimanganti, Kedhaton, Kemagangan, Kamandungan Kidul, dan Sitihinggil Kidul,” kata Prabakosanoan, punggawa sekaligus pemandu wisata pusat tersebut. . Keraton Ediningrat Ngayogyakarta.
Di pintu masuk, pengunjung terlebih dahulu akan disambut dengan ruang sidang atau biasa disebut Departemen Pancaniti, yang dulunya merupakan ruang sidang yang memeriksa lima perkara di kerajaan tersebut. Di tengahnya terdapat singgasana raja. Kemudian saat memasuki area kompleks inti, Anda akan disambut oleh Bangsal Srimanganti yang merupakan ruang tunggu para tamu Raja sebelum dipersilakan masuk ke dalam.
Uniknya, di setiap gerbang istana Anda akan melihat patung peninggalan yang menjadi simbol pengusir kejahatan atau bahaya. Di gerbang depan terdapat pajangan Kamang bala.
Keraton Yogyakarta sudah ada sejak masa Sultan pertama pada tahun 1976 dan kini menjadi kediaman Sultan X, istri dan anak kecilnya. Di kawasan inti kompleks, wisatawan dapat mengunjungi dan mendalami sejarah zaman kerajaan yang masih dilestarikan.
Selain wisata, pihak keraton juga aktif menggelar pertunjukan untuk menghibur para tamu. Di Bangsal Srimanganti, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 setiap harinya, jenis pertunjukan yang disajikan akan berbeda-beda.
“Selasa Oyon dan tari, Rabu Wayang Gulak, Kamis Wayang Kulit, Jumat Javanit dari Kaphat, Wayang Sabtu dan Minggu Geldan Beksan,” kata Prabakosnoan.
Perkembangan terkini terkait jenis pertunjukan akan diupdate setiap hari di akun Instagram resmi keraton di @kratonjogja.event
Memasuki kawasan yang lebih dalam, terdapat Bangsar Kencana yang merupakan aula utama tempat diadakannya acara-acara keluarga kerajaan seperti hajatan. Di sebelahnya terdapat bangunan berwarna kuning yang merupakan kediaman Sultan.
“Bangunan kuning itu sekarang diperuntukkan untuk penyambutan tamu negara saja, karena sejak Sultan ke-10 sekarang tinggal di belakang, di Kaputran, bersama Ibu Suri. Sudah serumah, dulu, Sultan, istri , punya (tempat tinggal) yang berbeda karena sejak Sultan berangkat ke 10 sekarang dia tidak berpoligami, jadi tidak ada selirnya,” kata Prabakosnoan.
Selain pertunjukan, istana juga aktif menyelenggarakan pameran temporer. Pada periode ini terdapat pameran Abhimantrana yang menampilkan upacara adat Keraton Yogyakarta. Dengan membeli tiket masuk Museum Istana, otomatis pengunjung bisa melihat keseluruhan pameran.
Tak hanya populer di kalangan wisatawan domestik, Cardboard Destination rupanya sudah menjadi tempat yang wajib dikunjungi wisatawan mancanegara yang singgah di Jogja. Apalagi, ada sekitar 57 abdi dalem yang berperan sebagai pemandu wisata yang sebagian besar memiliki kemampuan bahasa asing seperti Inggris, Spanyol, Prancis, dan Jerman.
Suasana rindang dan budaya khas Jawa membuat wisatawan seolah-olah hidup kembali di zaman kerajaan. Istana ini menjadi lokasi yang tepat bagi para pelancong yang haus akan pengetahuan tentang budaya Ghoja dan spot foto menarik bergaya klasik.
Saksikan video “Bendungan Lapen, dari Kandang Babi hingga Objek Wisata Kolam Ikan di Juja” (Pam/Pam)