Manchester –
Read More : Liverpool Vs Manchester City: The Reds Gebuk The Citizens 2-0
Roy Keane tak heran melihat perjuangan Manchester United di awal musim. Sebab, ia melihat tanda-tanda buruk dari para pemain MU sendiri.
Manchester United gagal di awal musim ini. Setan Merah hanya memenangkan tiga dari sebelas pertandingan di semua kompetisi.
Dia gagal memenangkan lima pertandingan terakhir. Tiga di antaranya di Liga Inggris, yang berarti MU berada di urutan ke-14 setelah tujuh pekan.
Dua kekalahan telak di kandang sendiri, masing-masing dari Liverpool dan Tottenham Hotspur, memberikan tekanan besar bagi MU, khususnya Erik 10 Hag. Pelatih asal Belanda itu diyakini tak punya waktu lagi untuk menyadarkan tim.
Mantan kapten Manchester United Roy Keane melihat ada masalah di ruang ganti tim. Saat United bermain imbang 1-1 dengan Twente di Liga Europa akhir September lalu, Christian Eriksen terang-terangan mengakui lawannya punya tekad dan komitmen.
Ia pun menyayangkan keputusan Eriksen yang go public. Sebagai pemain senior, itu hanya membuat situasi tim menjadi tidak mungkin.
“Jika ini adalah suara-suara yang datang dari ruang ganti, maka tidak heran manajer berada dalam masalah. Pantas saja mereka tidak memenangkan pertandingan, begitulah adanya,” kata Keane dalam podcast The Overlap, Kamis (10/10). ).
“Tapi ya, di situlah United saat ini, terkadang mereka menang, terkadang kalah. Mereka memenangkan beberapa pertandingan, tapi mereka kalah banyak.”
“Mereka terlalu longgar, mereka tidak berolahraga, mereka tidak bisa mencetak cukup banyak gol. Saya tidak yakin ada ‘tim’ di sana. Saya ingin tahu budaya apa yang ada di tempat latihan, apa yang mereka lakukan.” , siapa yang saling mendorong, atau membantu pemain muda?