Jakarta –
Read More : Tifany Jane Effendy Terinspirasi Lisa BLACKPINK Jadi Model
Ataarat Syach berbicara tentang hasil negosiasi dengan Dede Tasno dalam perselisihan terestrial. Sebagian besar rumah besar Alalarik Syach hampir dieksekusi sebagai rumah lain karena berada di negara yang disengketakan.
Setelah proses negosiasi, solusi akhirnya diuntungkan oleh kedua belah pihak, yaitu, Ataarik Syach dan DDE Tasno.
Poin penting dalam perselisihan ini adalah tentang rumah besar yang terobsesi dengan Atalanik dengan anak -anak mereka. Rumah itu hampir dieksekusi karena beberapa bangunan berada di tanah yang menjadi perselisihan.
Rumah itu aman dan tidak dieksekusi setelah Attila Syach membeli tanah yang merupakan bagian dari bangunan rumah Atalalik.
“Memelihara rumah ini agar anak -anak menjadi tenang …
Aktor 51 -tahun -Old mengakui bahwa tanah yang menghadapnya rumit. Atalarics mengatakan bahwa kompleksitas itu diyakini memiliki faktor -faktor lain yang membuat masalah untuk waktu yang lama.
“Ini kecemburuan, ada diduga ada permainan, murung dan semua jenis yang telah Anda dengar.
Alamarics berharap bahwa sistem yang menangani kepemilikan tanah di Indonesia mungkin lebih terorganisir. “Karena sistemnya semakin berubah. Sistem ini menjadi canggih. Digitalisasi -seternis. Yang berantakan seperti ini, itu diperintahkan,” katanya dengan harapan.
Ataarik Syach mengklaim berat dan berkecil hati. Namun, seiring waktu, ia menyadari bahwa setiap ujian Tuhan masuk akal.
“Jadi saya berkecil hati, ini berat, berkecil hati, tetapi tidak, tidak, tidak. Saya suka saya menjadi seorang seniman di Indonesia yang harus menjadi niat dan saya akan memiliki tujuan kecil dari perjalanan ini,” kata Ataarik Syach. Periksa video “Video Alalarik Syach House dibongkar, PN Cibinong: sudah menurut SOP” (FBR/PUS)