London –

Read More : Twente Vs NAC Breda: Mees Hilgers Main Sebabak, The Tukkers Menang 1-0

Harry Kane berjuang keras di Euro 2024. Graeme Souness bersimpati dan mengatakan akan menyedihkan melihat Kane tidak pernah menjadi pemain yang sama lagi dan tanpa dukungan rekan satu timnya.

Pada final Piala Eropa 2024, Inggris kalah 1-2 dari Spanyol dan gagal menjadi juara. The Three Lions menjalani pertandingan berturut-turut dan harus puas di posisi kedua.

Banyak pihak yang menilai performa Inggris kurang bagus. Harry Kane adalah salah satu dari orang-orang terkenal itu.

Kane mencetak 36 gol dalam 32 pertandingan untuk Bayern Munich di musim pertamanya di Bundesliga, namun penampilannya di Piala Eropa 2024 buruk. Meski masih mampu berbagi gelar top skorer bersama lima pemain lainnya dengan tiga gol, namun hal itu dirasa belum cukup.

Pakar sepak bola dan pemain Liverpool Graeme Souness menyesali tahun 1980-an. Baginya, kurangnya kecemerlangan Harry Kane bukanlah kesalahannya.

“Sebenarnya Kane tidak mendapat banyak bantuan dari rekan satu timnya. Tidak ada yang mengopernya, dia selalu mendapat bola-bola pendek dan tidak mendapat dukungan dari para gelandang. Ya, gelandang Inggris sepertinya tidak ada,” lapor Matahari.

“Dia kesulitan, dia gugup karena dia tidak diberi bola lebih awal, saya ikut merasakannya,” tambahnya.

Bahkan, Harry Kane mungkin menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris dengan 66 gol. Seiring berjalannya waktu, Kane tampak mulai mengubah perannya menjadi playmaker, turun lebih dalam untuk menerima bola. Graeme Souness percaya inilah sebabnya kekuatan Kane memudar begitu cepat.

“Kane bukan pemain yang sama lagi, itu bisa mempengaruhi performanya,” ujarnya. (Distribusi/Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *