Jakarta –

Read More : Perjalanan Bisnis Bos Mal di RI Sampai Punya Harta Belasan Triliun

Seorang hakim federal AS menemukan Google sebagai monopoli ilegal di pasar pencarian. Hal ini memberikan kemenangan penting bagi pemerintah dalam kasus antimonopoli besar pertama melawan raksasa teknologi tersebut dalam beberapa dekade.

Seperti dilansir CNN pada Selasa (6/8), Hakim Pengadilan Negeri AS Amit Mehta mengatakan, “Setelah mempertimbangkan dan menimbang bukti serta bukti dengan cermat, pengadilan mencapai kesimpulan berikut: Google adalah sebuah monopoli dan sebagai korporasi yang mengoperasikannya. Tindakan telah diambil. monopolinya.” /2024).

Keputusan Pengadilan Distrik AS ini merupakan teguran keras terhadap bisnis tertua dan terpenting Google. Perusahaan disebut-sebut mengeluarkan dana sebesar US$26 miliar atau Rp 419,92 triliun (kurs Rp 16.151) untuk menjadikan mesin pencari sebagai default di ponsel dan browser web, sehingga menghambat pesaing lain untuk sukses di pasar.

Langkah ini memberi Microsoft skala yang diperlukan untuk memblokir pesaing potensial seperti Bing dan DuckDuckGo, klaim pemerintah AS dalam gugatan antimonopoli penting yang diajukan sejak pemerintahan Donald Trump.

Mehta mengatakan sikap kuat tersebut telah menimbulkan perilaku anti persaingan yang harus dihentikan. Secara khusus, kesepakatan eksklusif Google dengan Apple dan pemain besar lainnya di ekosistem seluler digambarkan sebagai anti-persaingan.

Google juga mengenakan harga tinggi untuk iklan penelusuran, yang mencerminkan kekuatan monopolinya dalam penelusuran. Kasus ini merupakan kasus antimonopoli terbesar di bidang teknologi sejak perselisihan antimonopoli antara pemerintah AS dan Microsoft.

“Kemenangan atas Google ini merupakan kemenangan bersejarah bagi rakyat Amerika,” kata Jaksa Agung Merrick Garland dalam sebuah pernyataan.

Google tidak menanggapi permintaan komentar. Gugatan tersebut berbeda dengan gugatan antimonopoli yang diajukan pemerintahan Joe Biden terhadap Google pada tahun 2023 atas bisnis teknologi iklan perusahaan tersebut. Kasus ini diperkirakan akan disidangkan pada awal September 2024. (Adhaar/Das)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *