London –
Read More : Cara Main Game Memori Google, Kenali Juga Manfaatnya untuk Otak
Jose Mourinho pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengesankan mantan rivalnya Arsene Wenger. Terjadi pertarungan sengit antara keduanya di Liga Inggris.
Hubungan Mourinho dan Wenger memanas saat sama-sama berkompetisi di Liga Inggris. Perseteruan tersebut berlanjut hingga tahun 2018, saat Wenger masih menangani Arsenal, sedangkan Mourinho menangani Chelsea (2 periode) dan Manchester United.
Pada suatu saat di tahun 2014, Mourinho menyebut Wenger sebagai spesialis kegagalan. Komentar tersebut senada dengan komentar Wenger yang menuding Mourinho takut gagal sehingga memainkan taktik bertahan.
Hubungan hangat tersebut mendingin setelah Wenger meninggalkan dunia manajemen pada 2018. Dia sekarang menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA.
Salah satu hasil kerja Wenger adalah terciptanya aturan offside baru, dimana seorang pemain akan bermain jika ada bagian tubuhnya yang sejajar dengan bek lawan setiap saat. Draf ini menjadi kesempatan Mourinho kembali menggoda Wenger.
Hal itu diungkapkannya saat menjadi tamu di panel komentar final Liga Champions, Minggu (2/6/2024). Secara kebetulan, pembawa acara Laura Woods menyebut nama Wenger di stadion.
“Tanyakan padanya apa yang ingin dia lakukan dengan aturan offside. Ya Tuhan,” kata Mourinho sambil memutar matanya.
“Tetapi pertama-tama, izinkan saya pergi dulu,” canda pelatih baru Fenerbahce itu. Tonton video “AS Roma Pecat Jose Mourinho!” (mentah/kotak)