Jakarta –

Read More : Terungkap! Mereka yang Sempat Rayu Bruno Fernandes Cabut dari MU

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan sulitnya pengurusan izin di Indonesia. Bahkan menimbulkan kesalahpahaman bahwa orang yang mengikuti acara tersebut tidak akan aktif sebelum acara tersebut diadakan.

Misalnya untuk Moto GP Mandalika saja, kata Jokowi, diperlukan 13 izin. Jika dia seorang afiliasi, dia akan lambat dan akan membuang-buang uangnya hanya untuk lisensi.

“Kalau saya yang buat, saya tidak berdaya sebelum acaranya keluar. Atau mungkin uang saya habis sebelum acaranya keluar. Ini kenyataannya,” kata Jokowi saat peluncuran Digitalisasi Penyelenggaraan Acara. Layanan Resmi yang akan diumumkan pada Senin (24/6/2024).

Ia menjelaskan, ada 13 dokumen yang namanya tercantum sebagai surat persetujuan yang harus dilengkapi untuk ajang sebesar itu di Moto GP Mandalika. Beberapa dokumen tersebut antara lain persetujuan daerah, persetujuan Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, hingga persetujuan IMI Pusat.

Kemudian untuk masalah keamanan terdapat informasi surat persetujuan Polsek, surat persetujuan Polri, surat persetujuan Polda NTB, dan surat persetujuan Mabes Polri.

Belum lagi surat dukungan dari RSUD NTB, surat dukungan dari pemadam kebakaran, bahkan surat pemberitahuan Bea dan Cukai untuk pengiriman dari negara lain. Selain itu juga terdapat laporan KEK NTB dan laporan portal logistik INSW.

“Saat saya tanya izinnya apa, kaget, ternyata ada 13 izin yang harus dilengkapi, tapi namanya bukan izin. Dia menyebut membuat surat persetujuan, sebenarnya sama saja, hanya saja nama izinnya sudah diubah dan dijadikan surat persetujuan,” jelas Jokowi.

Tak hanya ajang Moto GP Mandalika, kata Jokowi, ajang lain juga sama, menurutnya perizinan ajang tersebut sulit. Jokowi mengatakan sangat sulit menjadi peserta di Indonesia.

Saya tanya langsung apa masalahnya? Sama saja dengan kompetisi musik, kompetisi olah raga lainnya, tidak jauh dari yang saya sampaikan tadi, betapa sulitnya melakukan kerjasama di Indonesia, kata Jokowi.

Hari ini, Jokowi mencanangkan Digitalisasi Pelayanan Perizinan Penyelenggaraan Acara. Pekerjaan ini dapat menyederhanakan proses bisnis dengan memotong langkah-langkahnya. Organisasi acara hanya mencatat 33 dari 63 catatan pertama, dan dari 9 catatan akan menjadi hanya 2 catatan.

Proses ini juga memastikan izin acara dikeluarkan paling lambat 14 hari sebelum tanggal acara, sedangkan untuk acara internasional izin maksimal dikeluarkan 21 hari sebelum hari acara.

Tonton juga videonya: Stand MotoGP 2024: Bagnaia Tetaplah Pepet Martin

(barang/kg)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *