Jakarta –
Read More : Barcelona Vs Sevilla: Gavi Comeback?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap beberapa fakta mengejutkan mengenai sejauh mana otomatisasi di dunia kerja “85 juta pekerjaan akan hilang tahun depan,” katanya.
Pasar tenaga kerja saat ini berada dalam tekanan akibat meningkatnya otomatisasi di sektor industri, jelasnya. Otomasi menguntungkan industri, namun dapat menghilangkan pekerjaan manusia
Awalnya otomatisasi hanya terbatas pada bidang mekanik, namun kini penggunaan teknologi kecerdasan buatan mulai meluas sehingga mengancam pekerjaan kantoran juga.
“Semuanya sekarang, semuanya otomatis Awalnya hanya otomatisasi mekanis, sekarang AI meningkat, analisis otomatis meningkat , 2024).
Jokowi menjelaskan, terdapat 85 juta lapangan kerja yang diprediksi akan hilang pada tahun 2025 akibat penggunaan teknologi dan otomasi di dunia kerja.
“Saya membaca bahwa 85 juta pekerjaan akan hilang pada tahun 2025. 85 juta pekerjaan akan hilang, tetapi angkanya tidak sedikit.”
Melihat data yang ada, Jokowi memperkirakan peluang kerja di Indonesia di masa depan hanya sebagian kecil dari jumlah angkatan kerja yang ada.
Penciptaan lapangan kerja dan pasar tenaga kerja merupakan dua bidang yang menjadi perhatian banyak pemangku kepentingan Termasuk para akademisi yang tergabung dalam Ikatan Ekonom Indonesia (ISEI).
“Di masa depan, lapangan kerja bagi banyak pekerja akan sangat sedikit. Lapangan kerja bagi banyak orang akan sangat sedikit,” kata Jokowi. (p/rd)