Batavia –

Read More : Microsoft Bakal PHK 650 Karyawan Xbox

Program pangan 10 kilogram beras per bulan yang dicanangkan pemerintah akan berakhir bulan depan atau berakhir Juni 2024. Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan apakah akan memperpanjang dukungan tersebut atau tidak.

Bantuan pangan sebesar 10 kilogram beras per bulan tersedia mulai akhir tahun 2023 dan akan diperpanjang hingga Juni 2024 untuk 22 juta keluarga penerima manfaat.

Jokowi dibebaskan karena kemungkinan bantuan akan diperpanjang jika masih ada sisa anggaran APBN. Jika memungkinkan, bantuan pangan akan diberikan hingga Desember 2014.

“Iya, 10 kilogram itu berlanjut sampai Juni. Kita lihat apakah APBN mempunyai ruang anggaran yang cukup untuk bertahan hingga Desember. Kita berdoa bersama agar hal ini terus berlanjut hingga Desember,” jelas Jokowi saat memberikan bantuan pangan di Laende. Kompleks, Muna. Kabupaten, Sulawesi Tenggara, Senin (5 Mei 2024).

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan alasan pemerintah memberikan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram kepada masyarakat. Ia mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat memperoleh kekayaan di tengah kenaikan harga pangan global yang juga berdampak pada harga beras di Indonesia.

“Jadi kenapa 10 kilogram beras ini harus kita berikan kepada bapak dan ibu? Karena harga beras naik, karena harga pangan internasional sedang naik,” kata Jokowi.

Selain mengakui sulitnya menjaga harga beras, Jokowi juga berbicara tentang sulitnya menjaga kestabilan harga beras di Indonesia. Menurutnya, trigger tidak harus murah, namun juga tidak boleh mahal. Ini Staples.

Namun jika harga beras turun, misalnya karena impor besar dari luar negeri, maka risiko kerugian akan berada di pihak petani.

Jokowi mengatakan, posisi pemerintah tidak pernah mudah mengingat hasil dari penyeimbangan harga beras. Semua pihak harus senang dan merasa dilibatkan.

“Jadi terkadang pemerintah berada dalam situasi sulit, berusaha menjaga keseimbangan agar masyarakat senang, petani senang,” jelas Jokowi.

Maka dari itu, Jokowi pun meminta masyarakat sedikit bersyukur. Alasan kenaikan harga pangan di Indonesia sebenarnya masih sangat kecil dibandingkan kenaikan harga yang terjadi di berbagai negara lain.

“Tapi kita masih di level rendah, yang lain sudah naik sangat tinggi. Hal ini patut kita syukuri. Faktanya pertumbuhan kita tidak tajam, ada yang 50%, ada yang dua kali lipat, jadi di Indonesia kita masih bisa mengontrol beras. kata Jokowi.

Baca juga: Zulhas: Pak Prabowo soal bansos salah

(benda/kamu berikan)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *