Jakarta –
Read More : Tak Hanya Diperkosa, Turis China Juga Dirampas Berliannya oleh Tukang Ojek di Bali
Sebelum bersumpah -dalam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana untuk memindahkan 2 juta warga Palestina dari Gaza.
Rencana relokasi masih dibahas oleh berbagai pihak. Ini dilaporkan oleh salah satu tim transisi Trump dalam sebuah wawancara dengan NBC News.
Pada awalnya, pejabat tim transisi, pembawa pesan Trump di Timur Tengah bernama Steve Witkoff, mencoba mempertahankan perjanjian Israel-Hamas.
Witkoff juga selalu berada di daerah tersebut selama beberapa minggu dan bulan depan untuk menyelesaikan masalah di lapangan. Memang, Trump percaya bahwa ada beberapa tempat yang berniat membatalkan perjanjian dan menghentikan pelepasan host.
“Anda harus di depan, siap untuk menutup masalah jika itu terjadi,” kata NBC News pada hari Senin (20/04/20125).
NBC mengatakan bahwa selain mengelola fase kesepakatan saat ini, Trump dan timnya juga mencoba menemukan solusi jangka panjang untuk menegosiasikan fase berikutnya.
“Jika kita tidak membantu kasa, jika kita tidak meningkatkan hidup mereka, jika kita tidak berharap, akan ada pemberontakan,” kata pejabat transisi.
Salah satu hal yang dikatakan Trump adalah relokasi penduduk Gaza. Laporan NBC mengatakan tim transisi mengatakan partainya sedang membahas 2 juta di beberapa negara, salah satunya adalah Indonesia.
“Masalah pembangunan kembali Gaza adalah pertanyaan lain dan sekitar 2 juta warga Palestina dapat dipindahkan,” tambahnya.
“Indonesia, misalnya, adalah salah satu negara yang dibahas untuk menemukan lokasi negara -negara ini,” kata pejabat transisi dalam laporan NBC News.
NBC News mengatakan dia masih tidak tahu apakah warga Gaza siap untuk pindah. NBC mengatakan gagasan relokasi kontroversial antara Palestina dan Arab.
Laporan itu juga menyebut perpindahan sebagai langkah pertama di Israel untuk memaksa mereka meninggalkan tanah mereka.
Berita tentang relokasi yang direncanakan pasukan Indonesia juga telah mencapai media Israel. Media lokal Israel juga melaporkan bahwa Israel Times “mengambil gelar tim Trump atas perpindahan beberapa penduduk Gaza dalam pengembangan pasca -perang.”
Indonesia juga merupakan salah satu negara di mana Gazar mencoba mengakomodasi tema tertulis.
“Ketika tim transisi Trump membangun kembali strip Gaza yang dihancurkan setelah Perang Gaza, salah satu negara yang menyambut para pengungsi sebagai tuan rumah sementara adalah Indonesia.” Suara terbuka
Kementerian Luar Negeri (Kementerian Luar Negeri) juga menanggapi berita tersebut. Kementerian Luar Negeri mengatakan sejauh ini partainya belum menerima informasi tentang rencana relokasi.
“Pemerintah Indonesia tidak pernah menerima informasi tentang hal itu,” kata juru bicara Kementerian Kehutanan, Rolliansyah, kepada wartawan.
——-
Artikel itu disiarkan ke DetikNews. Tonton video untuk “Trump’s Thought Who lagi” (WSW / WSW)