Jakarta –
Read More : Dipecat Chelsea Mungkin Hal Terbaik yang Terjadi kepada Graham Potter
Sebuah ATR 72-500 milik perusahaan pesawat Italia dan Prancis ATR jatuh di Sao Paulo, Brasil, menewaskan 62 penumpang dan awak. Ini merupakan kecelakaan pesawat terburuk di dunia sejak Januari 2023, ketika 72 orang tewas dalam pesawat Yeti Airlines di Nepal yang jatuh saat mendarat. Pesawat tersebut juga berjenis ATR72 dan kejadian tersebut disebabkan oleh kesalahan pilot.
Produsen ATR mengatakan para ahli perusahaannya terlibat penuh dalam mendukung penyelidikan di Brasil. Pesawat tersebut dibuat oleh proyek gabungan Airbus di Perancis dan Leonardo S.p.A. dari Italia. Kecelakaan yang melibatkan berbagai model ATR72 telah merenggut 470 nyawa sejak tahun 1990an.
Dikutip detikINET dari Associated Press, jenazah korban sudah teridentifikasi, yakni 34 laki-laki dan 28 perempuan. Jenazah dibawa ke kamar mayat polisi di Sao Paulo untuk identifikasi lebih lanjut. Walikota Vinhedo Dario Pacheco mengatakan jenazah pilot dan co-pilot diidentifikasi pada hari berikutnya.
Nah, ternyata pesawat naas dari maskapai Voepass itu beroperasi di Indonesia. โPesawat yang terdaftar sebagai PS-VPB ini merupakan pesawat turboprop ATR 72-500 bermesin ganda berusia 14 tahun dengan nomor seri 908, ditenagai oleh dua mesin Pratt & Whitney Canada PW127M. Pesawat tersebut dibeli Voepass pada September 2022 dari maskapai penerbangan Indonesia Pelita Air Service,โ tulis Wikipedia.
Penelusuran di situs kepemilikan pesawat PlanetSpotetrs mengungkapkan bahwa mesinnya telah diganti beberapa kali. Penerbangan perdananya dilakukan pada tanggal 22 April 2010 dan kini telah berusia 14,3 tahun dan telah berakhir.
Sedangkan produksinya dilakukan di kota Toulouse Perancis. Pemilik pertama adalah Belle Air, sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Albania. ATR ini dikirimkan kepadanya pada 29 Juni 2020.
Pada tanggal 28 Juli 2010, pesawat ini diserahkan ke tangan Belle Air Europe yang berbasis di Italia. Kemudian pada 12 Juli 2022, ATR72-500 ini kembali ke Belle Air, Albania.
Pada 11 September 2014, perusahaan penyewaan pesawat Nordic Aviation Capital mengambil alih perusahaan penyewaan pesawat Irlandia. Ya, Pelita Air Service dari Indonesia menerimanya pada tanggal 5 Januari 2015.
Beberapa saat kemudian, pesawat ini sudah terbang dengan Voepass sejak 17 Oktober 2022, setelah berpindah tangan dari Pelita Air. Kini pesawat tersebut telah hancur karena kejadian mengerikan yang terjadi di Brazil. Simak video “Kejagung tetapkan 2 tersangka kasus pengadaan pesawat ATR dan Bombardier” (fyk/fyk)