Jakarta –

Read More : Intel Sempoyongan, Bill Gates Pesimis Bisa Bangkit

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan, kantor perwakilan Starlink dan Network Operations Center (NOC) di Indonesia masih menjadi misteri. APJII juga tertantang untuk melakukan audit dalam waktu dekat.

Sebelumnya, ia membuka diri melalui pengacara PT Starlink Services Indonesia Soemadipradja & Taher yang juga tergabung dalam tim kuasa hukum.

Sebagai referensi, representasi dan NOC merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi Starlink untuk menjalankan bisnis penjualan internet di Indonesia.

“Soal badan hukum dan perizinan, kami telah menginformasikan kepada KPPU dan seluruh pihak bahwa status Starlink Indonesia telah memenuhi ketentuan terkait, baik dalam peraturan dan perizinan Kementerian Komunikasi dan Informatika, maupun dalam badan hukum. sesuai peraturan terkait,” kata Senior Partner Soemadipradya & Taher, Krishna Vesan di Jakarta, Rabu (29/5).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Cominfo) telah beberapa kali menyatakan bahwa Starlink telah menyelesaikan seluruh perizinan, seperti kantor dan NOC di Indonesia.

Saat ditanya soal tudingan tersebut, APJII menilai penyedia layanan internet satelit itu gagal memenuhi kewajibannya di Indonesia.

Bahkan, Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengundang perwakilan Starlink Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta pihak terkait untuk mengunjungi kantor Starlink dan NOC yang bersangkutan.

“Saya posting beberapa hari yang lalu dan Cominfo langsung bantah soal NAOC. Yang jelas kita semua diajak ke sana. Kita semua satu grup. Kalau salah mohon maaf,” kata Arif, Jumat. (31/05/2024). ) kepada media di Jakarta.

Hal ini memberikan kesan bahwa pemerintah memberikan karpet merah kepada Starlink, dapat beroperasi untuk melayani pelanggan perumahan, namun sebagai penyedia layanan Internet, raksasa teknologi Amerika itu belum memenuhi persyaratan.

“Kalau ada, lebih baik ke sana dan buktikan langsung dari pada bergosip di sini, karena saya bilang ada. Saya bersedia minta maaf kalau ada. (cek) bukan bulan depan, bukan dua bulan, baru sekarang. Ini bukan produk virtual, ini produk nyata,” kata Arif. Saksikan “Usulan APJII kepada pemerintah tentang Starlink. Tinjauan Kesehatan ISP Lokal” (agt/agt)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *