Labuan Bajo –
Read More : Ngeri, Jepang Diteror Lumba-lumba Kesepian
Pariwisata berkelanjutan bukan sekedar tren Banyak investor yang tertarik berinvestasi di pariwisata berkelanjutan, khususnya di Labuan Bajo.
Pariwisata berkelanjutan dianggap sebagai masa depan. Untuk mendukung pengembangan investasi pariwisata berkelanjutan, Forum Investasi Pariwisata Berkelanjutan (STIF) 2024 diselenggarakan di Labuan Bajo.
Acara bertajuk “Investing in Sustainable Tourism: Challenges and Opportunities in Indonesia” ini dihadiri oleh calon investor lokal dan asing, perwakilan dan asosiasi dunia usaha, serta kementerian dan industri terkait. institusi.
Direktur Promosi Regional Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik, Kementerian Investasi/BKPM Saribua Siahaan mengatakan, investasi pariwisata berkelanjutan sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.
“Indonesia merupakan salah satu negara yang masih mencari investor di masa pandemi. Hal ini merupakan dampak langsung dari kebijakan investasi yang disiapkan pemerintah. Dan pariwisata menjadi pintu masuk utama untuk menunjukkan kekuatan kita.” dan potensi negara kita di luar negeri,” ujarnya, Rabu (22 Mei 2024).
Frans Tegu, Pj Direktur Badan Pelaksana Pemerintahan Labuan-Bajo Flores (BPOLBF), menambahkan peluang investasi di Labuan-Bajo masih terbuka, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan.
“Pariwisata berkelanjutan adalah konsep pariwisata yang berdampak pada kelestarian lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi saat ini dan masa depan bagi masyarakat lokal dan wisatawan. Para pemangku kepentingan di Labuan Bajo mempunyai visi yang sama, yaitu membangun destinasi Labuan Bajo yang berkualitas, berkelanjutan, dan berkelanjutan. ,” jelas Prancis.
Labuan Bajo punya destinasi baru, Parapuar, yang menarik sejumlah investor. Hingga Januari 2024, sudah ada dua investor yang menyatakan minat berinvestasi di Parapuar.
Ada Eiger Indonesia dan Dusit International. Ketertarikan kedua investor ini dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman. Total modal investasi Dusit International 1,6 juta dolar 15 juta dolar dan ada rencana membangun hotel dan Eiger Indonesia. Pengembangan Eiger Caffee sampai 1,2 juta dolar,” tambah Perancis.
BPOLBF terus membuka peluang kerjasama dengan investor asing, lokal, dan lokal dalam pengembangan tempat wisata di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.
Ia menyimpulkan: “Kami akan terus membuka peluang kerja sama bagi investor asing, domestik, dan lokal dengan visi yang sama untuk mengembangkan kawasan budaya dan pariwisata berkelanjutan sekaligus mengedepankan prinsip ekologi dan perlindungan lingkungan.” Saksikan video “Kebakaran Phinisi di Labuan Bajo menyoroti pentingnya kepatuhan CHSE kepada Sandia” (wsw/wsw)