Jakarta –
Read More : Harga Bawang Merah Tembus Rp 80.000/Kg Gara-gara Gagal Panen!
Sudah sepantasnya karyawan atau pekerja digaji oleh perusahaan. Beberapa perusahaan bahkan menetapkan upah tambahan dalam bentuk insentif atau bonus.
Namun tahukah Anda bahwa meskipun terlihat sama, namun insentif dan bonus merupakan dua hal yang berbeda? Berikut beberapa perbedaan insentif dan bonus yang perlu Anda ketahui. Tentang perbedaan bonus dan insentif
Dikutip dari gaji.com, insentif dan bonus dibedakan berdasarkan poin-poin berikut: Waktu pemberian
Bonus diberikan setelah karyawan mencapai tujuan yang ditetapkan atau melebihi harapan perusahaan. Sedangkan sebelum pekerjaan atau proyek selesai, insentif diberikan untuk memotivasi karyawan mencapai tujuan
Tujuan bonus adalah untuk memberi penghargaan atau pengakuan kepada karyawan atas kinerja yang memuaskan. Tujuan utama dari insentif adalah untuk mendorong dan memotivasi karyawan agar bekerja lebih baik
Insentif merupakan bagian dari program atau sistem yang memiliki tujuan, kriteria, dan imbalan yang jelas.
Pada saat yang sama, jumlah bonus seringkali tidak pasti. Umumnya pengusaha atau perusahaan mempertimbangkan apakah akan memberikan bonus atau insentif kepada karyawannya
Meski terkesan membebani anggaran perusahaan, namun memberikan reward atau insentif kepada karyawan sebenarnya memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai berikut.1. Dapat memotivasi karyawan
Bonus atau insentif dapat menjadi faktor motivasi efektif yang mendorong karyawan untuk mengerahkan upaya dan mengupayakan tingkat kinerja yang lebih tinggi untuk mendapatkan insentif.2. Meningkatkan kinerja karyawan
Dengan mengaitkan bonus pada indikator atau sasaran kinerja tertentu, organisasi dapat melihat peningkatan kinerja dan produktivitas karyawan secara keseluruhan.3. Karyawan menjadi lebih loyal
Menawarkan bonus atau insentif dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan, sehingga mengurangi turnover dengan membuat karyawan merasa dihargai dan dihargai atas kontribusinya. Perusahaan mendapatkan reputasi yang baik di pasar tenaga kerja
Perusahaan yang menawarkan program bonus atau insentif yang menarik dapat memperoleh keunggulan kompetitif dengan menarik dan mempertahankan karyawan berbakat di dunia kerja.
Insentif dan bonus, meskipun mempunyai kelebihan, juga mempunyai kelemahan, seperti: 1. Pelepasan kewajiban tertentu
Karyawan mungkin memprioritaskan tugas-tugas tertentu yang hanya berkaitan dengan bonus dan mengabaikan aspek penting lainnya dalam pekerjaannya.
Dampaknya dapat menimbulkan fokus yang sempit dan pengabaian tanggung jawab yang lebih luas.2. Persepsi ketidakadilan
Jika kriteria penerimaan bonus tidak dianggap adil atau transparan, maka dapat menimbulkan ketidakpuasan dan perasaan ketidakadilan di kalangan karyawan. Komunikasi yang jelas dan keadilan selama pembagian bonus sangat penting. Fokus jangka pendek
Bonus dan insentif dapat mendorong karyawan untuk memprioritaskan keuntungan jangka pendek dibandingkan keberlanjutan jangka panjang.
Hal ini dapat menghasilkan keputusan yang mengutamakan hasil langsung namun mungkin tidak memberikan dampak jangka panjang yang baik bagi organisasi, terutama jika program insentif yang diterapkan hanya bersifat jangka pendek. Stres dan kelelahan
Terlalu fokus pada pencapaian tujuan bonus dapat menyebabkan stres dan kelelahan di kalangan karyawan, terutama jika tujuan tersebut tidak realistis atau jika terdapat persaingan yang ketat di antara rekan kerja.5. Biaya dan anggaran
Biaya insentif tentu menjadi beban tambahan anggaran perusahaan. Selain itu, jika terjadi keterpurukan perekonomian organisasi, pemberian insentif akan menyulitkan perekonomian 6. Kecanduan
Karyawan mungkin menjadi terlalu bergantung pada bonus dan menjadi kurang termotivasi untuk bekerja dengan baik jika program bonus dihentikan atau jika mereka tidak memenuhi syarat untuk menerima bonus.
Meskipun bonus insentif dapat menjadi alat yang efektif untuk memotivasi dan memberi penghargaan kepada karyawan, manajer harus menyadari bahwa bonus tersebut harus direncanakan dan dilaksanakan dengan hati-hati untuk mengurangi kemungkinan manipulasi insentif atau bonus.
Jadi jika Anda seorang atasan atau atasan, Anda bisa menggunakan beberapa tips berikut dalam menangani insentif atau bonus untuk meminimalkan kerugian. Tetapkan tujuan yang jelas saat menetapkan insentif atau bonus
Penting untuk menentukan tujuan sebelum melakukan apa pun dalam organisasi.
Anda harus menentukan tujuan yang jelas dari insentif atau bonus, seperti meningkatkan strategi, produktivitas, penjualan, atau inovasi perusahaan.
Hal ini memudahkan dalam menentukan insentif atau bonus karyawan.2. Sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda
Ada banyak jenis bonus atau insentif yang ditawarkan kepada karyawan. Misalnya, insentif keselamatan, insentif kerja tim, atau insentif pembangunan berkelanjutan.
Hal yang sama berlaku untuk bonus, seperti bonus penjualan, bonus komisi luar negeri, atau bonus pertumbuhan bisnis.
Semua contoh tersebut merupakan penyesuaian terhadap kebutuhan perusahaan 3. Jaga keuangan perusahaan
Seperti yang sudah kami jelaskan, bonus atau insentif menambah anggaran perusahaan.
Jangan biarkan perusahaan Anda bangkrut dengan memberikan bonus atau insentif tanpa memperhatikan keadaan keuangan perusahaan. Menawarkan bonus dan insentif yang adil
Berikan karyawan bonus atau insentif yang sesuai. Hal ini juga harus adil dalam artian harus transparan dan akuntabel ketika memberikan bonus atau insentif.
Hal ini menjaga lingkungan organisasi yang sehat dan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan karyawan terhadap Anda dan perusahaan. Saksikan video โPejabat BPPD Pangkas Insentif Pegawai Karena Kebutuhan Bupati Sidoarjoโ (inf/inf)