Jakarta –
Read More : Makin Produktif dengan Aneka Fitur AI di Redmi Note 14 Series
Nama Gunung Balese mungkin masih asing di telinga banyak orang. Namun belakangan masyarakat mulai mendengar gunung tersebut karena kisah tiga pendaki asal Tasikmalaya yang diyakini hilang di sana.
Ada tiga pendaki gunung asal Tasikmalaya, Tantan Trianasaputra Avem (56), Maman Permana Leneng (49) dan Yudiana Mindo (46), yang melakukan perjalanan bertajuk ‘Jarambah QC Ewako Koroue’24, Toelangi – Balease – Kabentonu’.
Pendakian ketiga gunung tersebut awalnya direncanakan berlangsung selama 10 hari. Namun perbekalan yang disiapkan hingga 16 hari ternyata tidak mencukupi karena pendakian yang memakan waktu 21 hari 20 malam.
Tantan yang berpengalaman mengatakan banyak kesulitan yang dihadapi saat mendaki ketiga gunung tersebut.1. Banyak pohon tumbang
Salah satu kendala yang dihadapi timnya adalah banyaknya pohon tumbang. Mereka membawa dan menyiapkan gergaji untuk membuka jalan, namun hal ini menimbulkan kesulitan bagi mereka.
Selain pohon tumbang, pohon yang tumbuh cepat juga menimbulkan hambatan pendakian tersendiri.
“Jadi di jalan, di satu sisi banyak pohon yang tumbuh kembali, apalagi yang kecil-kecil, rotan cepat tumbuh seperti pakis, dan kedua, banyak pohon yang tumbang. Jawawut saja tidak cukup. Ditebang, tapi harus dilihat Tantan di detikTravel, Rabu (04/12/2024) saat ditemui.2. Hewan liar
Saat mendaki, mereka bertemu dengan satwa liar seperti lebah trigona dan ular. Meski lebah trigona tidak menyengat, mereka suka mencari tempat berlumpur. Tak heran, area mata gunung pun menjadi incaran.
Saat berhadapan dengan lebah Trigona, mereka menemukan informasi agar mudah mengolahnya dengan garam.
“Untuk melawan Trigona harus berendam garam di kedalaman sekitar 2 meter. Mereka lari ke garam dan kita bisa jalan. Kita dapat informasinya setelah itu,” ujarnya.
Kemudian mereka menemukan lubang ular hijau yang seharusnya menjaga sarangnya. Untungnya, para pemuda berhati-hati untuk menjauh dari wilayah mereka.3. Cuaca dan kontur
Selain itu, cuaca dan kontur gunung menjadi kendala utama.
Lalu ada tanaman tumbuh, tanah longsor, serangga, lebah, ular, lalu hujan semakin deras. Ini yang menyulitkan perjalanan saya, ujarnya.
Pemandangan gunung ini juga sangat kompleks. Tantan menjelaskan, ketiga gunung tersebut merupakan 7 jalur pendakian terpanjang di Indonesia atau tujuh gunung dengan pendakian terpanjang di Tanah Air.
Pendakiannya tidak hanya panjang tetapi juga tidak mudah. Tantan menemui serangkaian tanjakan terjal dan lembah dalam yang belum terjelajahi.
“Di bawah lembah itu mungkin ada 4 atau 5 titik, padahal di atasnya hanya ada gambut dan lumut. Jadi ini tantangannya, seperti jalan panjang, ini jalan yang ada rintangannya,” ujarnya.
Bagi pemula juga tidak disarankan untuk mendaki lereng yang panjang. Menurutnya, diperlukan pelatihan dan pendampingan khusus bagi para pemuda untuk menjalankan perjalanan tersebut. Saksikan video “Video: Mengapa Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup Mulai November” (wkn/fem)