Jakarta –
Read More : Kisah Pulau Ular di Bima, Simpan Legenda Manusia yang Dikutuk
Perintis di Kabupaten Bangla di Bali seharusnya siap untuk mengoperasikan kembali dari Selasa (14/04/2025). Bus Damri telah memiliki dua minggu sejak awal Januari 2025.
“Operasi bus ini dari Kementerian Transportasi melalui BPTD (Pusat Transportasi Besar) Wilayah II di Bali. Oleh karena itu, ada istirahat sementara selama proses panggilan operasional,” kata kepala departemen transportasi di Bangli Sang Badan Transportasi Puto Surata Ketika dihubungi Detikbali pada hari Senin.
Menurut Surata, bus transportasi inovatif ini telah beroperasi di Bangli sejak 2017 dengan aksesori bertahap dan perubahan rute tahun ke tahun. Saat ini, bus Damri melayani lima jalur.
Surata menjelaskan bahwa rute Loka Cran (kota Bangli) adalah -kedisan -ulun Dan (Kintamani). Dua jalur dimulai dengan terminal Loka Cran-Catur (Kintamani).
Ini kemudian termasuk terminal Kintamani Loka Cranany-Kintamani timur, kemudian Gede-Bente Kintamani-Bayung dan rute terjauh dari terminal Loka Cran ke terminal Singaraj Penarukan.
“Dari pengamatan kami terhadap Badan Transportasi Bangli, orang -orang di beberapa daerah digunakan untuk menggunakan transportasi umum. Ada juga transportasi minimal di daerah itu,” kata Surata.
Oleh karena itu, ketika bus inovatif diproklamirkan sebagai liburan, lebih banyak penduduk di daerah itu disilangkan, bertanya kepadanya tentang kelanjutan operasi bus. Warga membutuhkan transportasi umum untuk menghemat energi karena jarak yang relatif jauh.
“Terutama bagi penduduk Kintamani, ketika mereka pergi ke kota Bangli. Sejauh ini, tidak ada transportasi umum lain. Banyak yang bertanya -tanya mengapa mereka tidak lagi.
Untuk tarif tarif, Badan Transportasi Bangli masih menggunakan tol sebelumnya. Penumpang hanya membayar RP. Tarif ini tidak dianggap sebagai jalur yang paling jauh seperti terminal terminal Loka Cran-Catur (Kintamani Barat) dan rute Singaraja.
— Baca artikel selengkapnya tentang Detikbala Tonton video “Video: Sepertinya seorang pengemudi beruntung yang memegang Damri Karyawan di Lampung” (MSL/MSL)